IHSG Diprediksi Bergerak ke Zona Hijau Awal Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pergerakan indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan bisa bertolak ke zona hijau pada awal perdagangan pekan ini ditopang oleh optimisme terkait rilis data ekonomi.

    BACA: Perdagangan Sepekan di BEI, IHSG Menguat 0,23 Persen

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup melemah 0,23% atau 2,49 poin ke level 6.373 pada akhir perdagangan Jumat, 5 Juli 2019. Selama sepekan indeks tumbuh 0,23% dan sepanjang tahun berjalan terapresiasi 2,89%.

    Adapun, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp150,56 miliar selama hari perdagangan. Sementara sejak awal tahun, investor asing mencatatakan beli bersih (net buy) senilai Rp69,77 triliun.

    Sebanyak 4 dari 9 sektor ditutup turun yang dipimpin oleh sektor aneka industri yang terdepresiasi 1,12% dan sektor keuangan yang menyusut 0,56%. 

    BACA: IHSG Berbalik Menguat, Investor Asing Catat Net Buy Rp 912,86 M

    Sementara itu, 5 sektor lainnya ditutup menguat, didorong oleh sektor barang konsumsi yang naik 0,75% dan industri dasar yang naik 0,68%.

    Dari 638 saham yang diperdagangkan di bursa, sebanyak 185 saham menguat, 221 saham melemah, dan 234 saham stagnan.

    Saham milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Astra International Tbk. (ASII) yang masing-masing melemah 2,49 persen dan 1,38 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG. 

    William Surya Wijaya, Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, menjelaskan bahwa pergerakan indeks pada pekan kedua semester II/2019 akan diiringi oleh rilis data ekonomi, seperti data keyakinan konsumen.

    “Data disinyalir akan berada dalam kondisi stabil disertai peningkatan, sehingga dapat memberikan sentimen positif terhadap pergerakan IHSG,” tulis William dalam riset harian yang dikutip pada Minggu, 7 Juli 2019.

    Di sisi lain, Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menjelaskan, secara teknikal pergerakan IHSG masih bergerak cenderung tertahan pada resistance bearish trend dan Moving Average 5 hari. 

    Adapun, indikator Stochastic bergerak bearish dan RSI yang mengalami pergerakan cenderung negatif. “Sehingga secara teknikal IHSG masih rentan bergerakbearish pada support resistance 6.320–6.380.” tulis Lanjar. 

    Sementara itu, William memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.302—6.488 dengan saham pilihan a.l. BBNI, BBCA, JSMR, AKRA, SMRA, SCMA, KLBF, ROTI, MYOR, UNVR, dan ICBP. Adapun saham-saham pilihan dari Reliance Sekuritas a.l. GGRM, UNVR, MYOR, BBTN, TINS, MAPI, RALS.

    Baca berita tentang IHSG lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?