Sering Bertemu Sutopo di Acara Alumni UGM, Menhub: Beliau Humble

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menunjukan peta lokasi longsor yang terjadi di Kecamatan Majo Kampung Barije Kabupaten Nias Selatan. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menunjukan peta lokasi longsor yang terjadi di Kecamatan Majo Kampung Barije Kabupaten Nias Selatan. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan kenangannya terhadap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB Sutopo Purwo Nugroho semasa hidup. Budi Karya mengatakan ia kerap bersamuh dengan Sutopo di acara-acara alumni kampus. 

    Baca: Kenang Sutopo, Menteri Pariwisata: Kami Akrab Sejak Erupsi Gunung

    "Beberapa kali (bertemu) di acara alumni, seminar, beliau cukup humble," ujar Budi Karya kala ditemui di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ahad, 7 Juli 2019. 

    Budi Karya dan Sutopo sama-sama mantan mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM. Budi Karya menamatkan pendidikan sarjana-1 dari jurusan arsitektur pada 1991, sedangkan Sutopo lulusan sarjana-1 Fakultas Geografi 1993. 

    Keduanya tergabung dalam komunitas yang sama, yakni Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama. Dalam organisasi itu, Budi Karya berlaku sebagai Ketua Pengurus Pusat Harian Kagama. Adapun Sutopo adalah anggotanya. 

    Selain mengenang Sutopo sebagai rekan sealumninya, Budi Karya mengingat Sutopo sebagai humas BNPB yang berdedikasi. Ia memuji etos kerja Sutopo tak main-main. Kala Sutopo mengidap sakit lamker paru-paru, Budi Karya memuji kinerja Sutopo yang maksimal. "Oleh karenanya saya sampaikan duka cita mendalam, semoga khusnul khotimah, dan bagi kita yang ada, Pak Sutopo (layak) dijadikan contoh," ujar Budi Karya. 

    Kiprah Sutopo dikenang oleh pihak Kementerian Perhubungan, salah satunya pada peristiwa Lion Air JT-610 pada Oktober 2018. Sutopo kala itu meluruskan foto penumpang pesawat yang sedang menggunakan alat bantu pernafasan berwarna kuning. Dalam potret itu tampak penumpang pesawat sedang menyelamatkan diri, namun disangkal oleh Sitopo. 

    Menurut Sutopo, foto-foto itu hoaks. "Keduanya dipastikan hoaks atau tidak berhubungan dengan kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Ini adalah kejadian di pesawat Sriwijaya air yang mengalami gangguan turbulensi beberapa waktu lalu," ujar Sutopo waktu itu. 

    Sutopo juga mengunggah klarifikasi sebuah foto yang menunjukkan bangkai pesawat Lion Air tanpa kepala sedang diangkat oleh alat berat di sebuah perairan. Nampak dalam foto, dua orang sedang bertugas di atas bangkai pesawat.

    "Bila mendapat foto dengan deskripsi ini, dipastikan merupakan kabar palsu. Foto ini adalah bangkai dari pesawat Lion Air JT-904 yang mengalami kecelakaan pada 13 April 2013 di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali," ujarnya.

    Sutopo meninggal dunia pada Ahad, 7 Juli 2019 sekitar pukul 01.00 WIB. Kepala Bagian TU Pusdatinmas BNPB Yahya membenarkan hal tersebut. “Iya beliau meninggal sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou, Cina,” kata Yahya saat dihubungi Tempo, Ahad dini hari.

    Sutopo diketahui berangkat ke Guangzhou, Cina, untuk mengobati kanker parunya yang semakin parah dan disebut kian menyebar pada 15 Juni 2019 lalu. Ia mengumumkan kepergiannya ke Cina melalui vlog yang dibuatnya dengan merekam suasana di Bandara Internasional Soekarno Hatta sambil bercerita dan diunggahnya di akun Instagramnya pada 15 Juni 2019. 

    Baca: Sutopo Tak Jarang Hitung Prediksi Kerugian Sejumlah Bencana

    Sebelum melakoni perjalanan ke Guangzhou, melalui Twitter-nya pada 9 Juni lalu, Sutopo masih sempat mencuitkan informasi mengenai erupsi Gunung Sinabung. Sedangkan pada hari yang sama dengan keberangkatannya ke Cina itu, Sutopo mengunggah foto satelit peta Indonesia tanpa keterangan apa pun. 

    FIKRI ARIGI | KARTIKA ANGGRAENI | ADAM PRIREZA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.