Sutopo Tak Jarang Hitung Prediksi Kerugian Sejumlah Bencana

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada Ahad dini hari, 7 Juli 2019. Semasa berkarya di BNPB, Sutopo tak hanya menyampaikan informasi terkait kerugian bencana yang terjadi di Indonesia tapi juga mengklarifikasi kabar bohong terkait sejumlah insiden.

    Baca: Foto Bayi Selamat Lion Air, Sutopo BNPB: Itu Hoaks

    Sutopo tak jarang mengeluarkan prediksi kerugian akibat sejumlah peristiwa bencana gempa yang terjadi di Indonesia. Pada gempa Lombok, NTB, lalu, Sutopo menyampaikan hitung-hitungan prediksi bahwa kerugian Lombok akibat gempa mencapai sedikitnya 5,04 triliun. Ia tak sembarangan menghitung rugi. Angka tersebut ia paparkan berbasis data. 

    Bahkan, Sutopo merincikan kerugian tersebut. Misalnya di sektor permukiman, kerugian Lombok mencapai sebesar Rp 3,82 triliun. Sedangkan dari sisi infrastruktur mencapai Rp 7,5 miliar, ekonomi produktif Rp 432,7 miliar, sosial budaya Rp 716,5 miliar, dan lintas sektor mencapai Rp 61,9 miliar.  

    Pada bencana besar yang menimpa Palu berupa tsunami, gempa, dan likuifaksi, pada pengujung September hingga Oktober 2018, Sutopo turut menyampaikan prediksi kerugian. Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, Sutopo kala itu menyampaikan kerugian yang ditanggung mencapai Rp 18,4 triliun. Total, sepanjang 2018, kerugian negara akibat bencana mencapai Rp 100 triliun. 

    Selain itu, pada April lalu, Sutopo membeberkan kerugian akibat bencana selama triwulan I tahun 2019 melalui keterangan tertulis. Ia menyampaikan kerugian yang ditanggung akibat banjir dan longsor di Sulawesi Selatan yang diperkirakan mencapai Rp 926 miliar.

    Sutopo juga membeberkan kerugian imbas bencana di Sentani, Papua, pada Maret. Bencana yang mengakibatkan 112 orang meninggal dunia itu disertai dengan kerugian Rp 668 miliar. Sedangkan banjir dan longsor yang terjadi pada pengujung April di Bengkulu menimbulkan kerugian Rp 200 miliar. 

    Sutopo pada akhir Oktober 2018 lalu juga kerap menjadi sumber untuk mengkonfirmasi berita palsu atau hoax. Salah satunya ketika ia memastikan soal foto tentang bayi penumpang Lion Air yang selamat adalah berita palsu. Bayi ini diketahui adalah salah seorang penumpang yang selamat pada kejadian tenggelamnya Kapal KM Lestari Maju di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, 3 Juli 2018.

    Saat itu Sutopo menyebutkan belum ada video atau foto yang menunjukkan kondisi penumpang sebelum JT-610 jatuh. "Tidak ada video/ foto kondisi penumpang sebelum JT-610 jatuh. Jangan ikut menyebarkan Hoax," tulis Sutopo melalui akun Twitter, Selasa, 30 Oktober 2018.

    Dalam foto, bayi selamat Lion Air itu menangis sambil mengenakan pelampung merah muda. Pada foto ini terlihat bayi dikelilingi setidaknya oleh tiga orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.