Pembangunan Tol Manado - Bitung Ditargetkan Rampung April 2020

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tol Manado Bitung. youtube.com

    Tol Manado Bitung. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung tidak hanya memudahkan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung, namun juga mendukung sektor Pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Pulau Lembeh. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur.

    Baca: Menteri PUPR Beberkan Biaya Pembangunan Tol Solo - Yogyakarta

    Tol Manado - Bitung awalnya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2019. Namun karena proses pembebasan lahan sepanjang 13 kilometer belum selesai, maka pembangunan jalan tol ini diharapkan bisa selesai April 2020.

    Tol tersebut diharapkan bisa membangun pariwisata dan industri. "Pariwisata baru di Pulau Lembeh dan mendukung industri terutama industri perikanan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sebagai akses Pelabuhan. Ini akan men-trigger perekonomian di Bitung berkembang,” kata Presiden Jokowi melalui siaran resmi, Jumat, 5 Juli 2019.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menambahkan, untuk mendukung pariwisata di Pulau Lembeh, akan dibangun jembatan ke Pulau tersebut yang akan dimulai tahun 2020. "Nantinya, Tol ini tidak hanya terkoneksi untuk pelabuhan dan KEK Bitung dan Tanjung Pulisan - Likupang saja, akan tetapi juga untuk kawasan pariwisata Pulau Lembeh, yang dapat di akses melalui pelabuhan Bitung," ucapnya.

    Akses tersebut berupa dibangunnya jembatan penghubung dari Pelabuhan Bitung ke Pulau Lembeh dengan panjang sekitar 1 kilometer. "Dengan kebutuhan anggaran Rp 500 miliar untuk dimulai konstruksinya pada tahun 2020," ucap Basuki.

    Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp 6,19 triliun. Kehadiran tol pertama di Sulawesi Utara ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Manado ke Bitung dan sebaliknya dari saat ini sekitar 90-120 menit, menjadi sekitar 30 menit. Selain itu, juga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan arteri yang sudah mulai mengalami kepadatan.

    Jalan Tol Manado-Bitung memiliki dua seksi. Seksi 1 Ring Road Manado-Sukur-Air Madidi (14 Km) dikerjakan oleh Kementerian PUPR dengan progres Seksi 1A (7 Km) sudah mencapai 90,65 persen dan ditargetkan bisa selesai pada Oktober 2019 dan Seksi 1B (7 Km) sudah rampung 100 persen dan ditargetkan beroperasi pada Oktober 2019.

    Pendanaan pemerintah untuk konstruksi Seksi 1 sebesar Rp 3 triliun, merupakan dukungan pemerintah untuk meningkatkan tingkat kelayakan investasi jalan tol Manado - Bitung. Sedangkan Seksi 2 Air Madidi - Bitung (25 Km) dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A Air Madidi – Danowudu (11,5 Km) progresnya 87,23 persen dan Seksi 2B Danowudo – Bitung (13,5 Km) progresnya 19,37 persen. Jalan tol ini memiliki lima Simpang Susun (SS) yaitu, SS Manado SS Air Madidi, SS Kauditan, SS Danowudu dan SS Bitung.

    Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga juga melakukan penanganan terhadap Jalan Nasional Non Tol yang menghubungkan Manado-Bitung-Likupang. Tahun 2016 dilakukan peningkatan Jalan Likupang (7,7 Km) dengan anggaran Rp 41 miliar. Tahun 2019 dilaksanakan dua kegiatan yakni peningkatan Jalan Girian (Bitung)-Likupang (7,9 Km) dengan anggaran 57 miliar dan Jalan Akses Pariwisata Likupang (6 Km) dengan anggaran Rp 48 miliar.

    Baca: Pakai LinkAja Bisa Bayar Tol Tanpa Berhenti

    Tahun 2020 akan dilanjutkan peningkatan jalan non tol seperti Jalan Girian (Bitung)-Likupang (5 Km) dengan anggaran 40 miliar. Selain itu peningkatan jalan Akses Pariwisata Likupang (3 Km) dengan anggaran Rp 25 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.