Kemenhub: Semua Pesawat Operasional Haji Harus Laik Terbang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti (kanan) melakukan pemeriksaan langsung pesawat yang akan melayani penerbangan mudik dan balik Lebaran di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Dalam sidaknya Menhub meminta para petugas bagian inspeksi Kementerian Perhubungan benar-benar memeriksa pesawat laik atau tidaknya untuk terbang. ANTARA

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti (kanan) melakukan pemeriksaan langsung pesawat yang akan melayani penerbangan mudik dan balik Lebaran di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 26 Mei 2019. Dalam sidaknya Menhub meminta para petugas bagian inspeksi Kementerian Perhubungan benar-benar memeriksa pesawat laik atau tidaknya untuk terbang. ANTARA

    TEMPO.CO, Kertajati - Kementerian Perhubungan memastikan seluruh pesawat operasional penerbangan haji tahun 2019 sudah melalui uji kelaikan dan lulus. Dengan demikian pesawat dan jemaah haji diharapkan tiba di Arab Saudi dengan aman tanpa ada kendala.

    Baca: Datangkan 5 Airbus A320, AirAsia: Penumpang Naik Double Digit

    "Suatu keharusan bahwa semua pesawat operasional termasuk untuk haji tahun ini laik terbang setelah melalui cek kelaikan udara," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Pramesti, di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Jawa Barat, Sabtu, 6 Juli 2019.

    Polana berada di Bandara Kertajati mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang meninjau kesiapan dan operasional bandara tersebut. Ada juga Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

    Polana mengatakan, Kementerian Perhubungan akan terus melakukan uji kelaikan udara terhadap seluruh pesawat yang akan digunakan untuk operasional haji untuk memastikan laik dan aman dipergunakan.

    Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyiapkan 14 unit pesawatnya untuk operasional penerbangan haji tahun 2019 yang akan mengangkut 111.071 jemaah haji asal Indonesia.

    Para jemaah tersebut akan diterbangkan dengan 14 pesawat Garuda Indonesia, di antaranya adalah pesawat jenis Boeing 777 (kapasitas 393 tempat duduk), Airbus 330 (kapasitas 360 tempat duduk) dan Boeing 744 (kapasitas 455 tempat duduk).

    Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, Garuda Indonesia Group telah melakukan berbagai upaya persiapan seperti persiapan dan perawatan armada, sistem ground handling, layanan in flight catering, juga termasuk persiapan awak kabin dan pilot yang akan bertugas selama periode penerbangan haji.

    Penerbangan fase keberangkatan rencananya akan dimulai pada tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut akan diberangkatkan menuju Madinah dari tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019.

    Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Adapun untuk penerbangan fase kepulangan akan dimulai dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

    Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 September 2019. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.

    Pada penerbangan haji tahun 2019/1440 H ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 111.071 jemaah yang tergabung dalam 284 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi haji.

    Baca: Biaya Parkir Lion Air Rp 6 Miliar, Boeing Didesak Tanggung Jawab

    Kesembilan embarkasi ini, yaitu Banda Aceh (4.711 jemaah), embarkasi Medan (8.641 jemaah), embarkasi Padang (7.035 jemaah), embarkasi Jakarta (19.650 jemaah), embarkasi Solo (34.882 jemaah), embarkasi Balikpapan (6.825 jemaah), embarkasi Makassar (18.190 jemaah) dan embarkasi Lombok (4.967 jemaah).

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.