Eks Menpan RB Ungkap Titik Lemah Hadapi Revolusi Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (tengah) saat konferensi pers setelah memberikan surat pengunduran diri di Jakarta, 14 Agustus 2018. Asman Abnur mengundurkan diri karena berbeda koalisi dengan Presiden Joko Widodo. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (tengah) saat konferensi pers setelah memberikan surat pengunduran diri di Jakarta, 14 Agustus 2018. Asman Abnur mengundurkan diri karena berbeda koalisi dengan Presiden Joko Widodo. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Medan - Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur, mengatakan tata kelola menjadi titik lemah pemerintah Indonesia dalam menghadapi era persaingan global, dan menghadapi dinamika Revolusi Industri 4.0.

    Baca juga: Topang Industri 4.0, RI - Korsel Kolaborasi Riset

    "Keberhasilan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak akan bisa diwujudkan tanpa kehadiran pemerintah yang berkualitas," kata Asman pada acara Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) di Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 6 Juli 2019.

    Asman selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPP IKA Unand) mengatakan, terdapat tiga permasalahan pokok dalam upaya memperbaiki tata kelola  pemerintahan Indonesia yakni ketidakselarasan dalam pemerintahan, bisnis proses yang tidak jelas, dan pemerintah yang kurang lincah.

    Oleh karena itu, dalam pembangunan 2015-2019, menurut Asman, telah ditetapkan bahwa reformasi dan tata kelola menjadi syarat perlu keberhasilan pembangunan.

    "Pada tahun 2020 sampai dengan 2024, pemerintah juga meletakkan pentingnya reformasi dan tata kelola dalam prioritas pembangunannya. Karena reformasi harus terus menerus dilakukan sesuai dengan kebutuhan perubahan lingkungan startegis," ujarnya

    Ia menambahkan, secara umum profil kemajuan tata kelola tersebut dapat digambarkan dari berbagai indeks seperti persepsi korupsi, Global Competitiveness Index (GCI), Ease of Doing Business (EoDB), dan Government Effectiveness Index.

    "Dalam hal ini Indonesia sudah melakukan upaya reformasi dalam lima belas tahun terakhir ini," katanya.

    Hadir pada kegiatan tersebut Kabid Pengkajian dan Penerapan Teknologi Industri pada Puslitbang Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual Bambang Riznanto, Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Agus Tripriyono, Rektor III Universitas Andalas Hermansyah, Dewan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Universitas Andalas (DPD IKA Unand) Sumatera Utara Yulizar, Komisaris Utama BRI Andrinof Chaniago, Dekan FE dan Bisnis UI Ari Kuncoro, Guru Besar Unand Prof. Syafruddin Karimi dan para alumni Universitas Andalas.

    Baca berita Revolusi Industri 4.0 lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.