Hotel Pintar, Pilihan untuk Bisnis Perhotelan dengan Modal Ringan

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Contoh kamar hotel pintar Bobobox pada International Franchise License & Buisness Concept Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. TEMPO/EKO WAHYUDI

    Contoh kamar hotel pintar Bobobox pada International Franchise License & Buisness Concept Expo 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. TEMPO/EKO WAHYUDI

    TEMPO.CO, Jakarta - Hotel pintar seperti hotel kapsul yang berkonsep digital bisa menjadi piihan investor yang ingin memulai bisnis perhotelan dengan modal terbatas.  Salah satu penghematannya adalah penggunaan sumber daya manusia yang minim karena hampir semua hal dikendalikan oleh aplikasi digital. 

    BACA: Aksi 22 Mei, Tingkat Hunian Hotel di Kawasan Jalan Thamrin Anjlok

    CEO Bobobox, Indra Gunawan mengatakan hotel kapsul yang dikelolanya termasuk penginapan yang mengusung konsep digital. Menurut Indra dengan teknik seperti ini, ia dapat menekan sumber daya manusia karena operasi hotel dikendalikan komputer.

    "Kita tidak butuh orang. Hanya dengan aplikasi kita bisa pesan, check in, pembayaran, dan check out. Sekitar 90 persen transaksi Bobobox juga sudah non tunai," Indra saat ditemui Tempo di Jakarta Convention Center, Jumat, 5 Juli 2019.

    Saat ini, kata Indra, orang tidak lagi mencari hotel yang hanya mengandalkan murah tetapi mereka ingin menginap dengan mendapat pengalaman yang berbeda dalam melepas penat. "Orang-orang tidak cuma mencari murahnya aja tapi juga experience sekarang," kata dia. 

    Indra menjelaskan, di hotel pintar, semua pengaturan bisa dilakukan dalam satu genggeman telepon yang juga pintar. "Kita bisa buka akses kamar dengan QR code yang terdapat pada aplikasi, lalu dari pencahayaan bisa disesuaikan dengan memilih warna yang kita inginkan. Untuk pendingin ruangan hingga audio bluetooth pun melewati ponsel pintar," ujarnya.

    Dia menambahkan, Bobobox memanfaatkan teknologi dalam berbagai cara untuk membantu tamu  mulai dari pemesanan hingga check-in dan check-out, lalu mengontrol fasilitas pod dan bahkan mengobrol dengan sesama pelancong dengan mulus.

    Jika ingin bermitra atau waralaba dengan Bobobox, Indra mengungkapkan, mereka harus sudah tahu lokasi yang cocok untuk dijadikan penginapan. "Kalau belum tahu kita bisa rekomendasi," kata dia.

    Baca: Harga Tiket Pesawat Turun, BI Prediksi Inflasi Mei 0,47 Persen

    Kedua, minimum kemitraan harus 40 kamar atau dengan dua ruko tiga lantai. Kita menarik biaya kemitraan lima juta rupiah per kamar untuk 5 tahun dan management fee lima persen dari omzet. "Manajemen kita yang jalankan," ungkap Indra.

    Indra menuturkan, pola pikir orang kebanyakan bahwa bisnis perhotelan butuh  investasi yang mahal dan butuh waktu lama untuk break even point (BEP). Padahal, untuk hotel kapsul digital seperti Bobobox, ia menjanjikan dalam kurun waktu tiga tahun sudah dapat kembali modal.

    EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.