Waralaba Indonesia Masih Didominasi Produk Makanan dan Minuman

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf (kiri) dan Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita G. Supit usai penandatanganan kerjasama pengembangan waralaba di Indonesia, Jakarta Convention Center, 8 September 2017. Rosseno Aji/Tempo

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf (kiri) dan Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita G. Supit usai penandatanganan kerjasama pengembangan waralaba di Indonesia, Jakarta Convention Center, 8 September 2017. Rosseno Aji/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Andrew Nugroho mengatakan bahwa dunia waralaba di Indonesia saat ini masih didominasi usaha makanan dan minuman. Hal ini tak mengherankan karena memang pasar di dalam negeri sangat luas dengan populasi yang besar.

    Baca: Dua Waralaba Ini Paling Diminati di Pameran Franchise

    "Penyumbang paling banyak dari food and beverage karena pasar Indonesia besar sekali dan luas. Lagipula memang mungkin untuk orang jualan kopi dan jualan kue itu lebih simpel, jadi banyak,” kata Andrew di Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

    Pertumbuhan sektor waralaba tahun ini, kata Andrew, ditargetkan sampai dengan 10 persen. Capaian ini memang lebih tinggi dibanding tahun 2018 yang hanya tumbuh lima sampai enam persen.

    "Untuk tahun ini, walaupun pertumbuhan waralaba memang didominasi oleh food and beverage, tetapi ada juga sektor lainnya. Seperti jasa-jasa kursus,  minimarket juga tetap banyak masih populer juga, karena Indonesia luas sekali, dan pasar besar sekali," ujar Andrew.

    Tetapi dia menyangkan untuk waralaba di Indonesia masih lemah dari sisi menajerial. Padahal, hal ini sangat dibutuhkan untuk menembus pasar internasional.

    "Walaupun mereka punya konsep, ide, produk dan marketing yang bagus tapi di belakang itu manajemen kurang kuat.Jadi sebenarnya mereka perlu kuatkan dulu seperti manajemen sumber daya manusianya, kualiti kontrolnya  dan itu mereka harus perbaiki dulu baru mereka bisa siap ke luar negeri," ungkap Andrew.

    Andrew juga mengapresiasi kinerja pemerintah dalam memberikan kemudahan dalam perizinan supaya semua waralaba menjadi legal. Pemerintah juga telah menyediakan program pelatihan untuk membantu mereka untuk maju.

    BACA: Ingin Bisnis Kuliner, Baba Rafi Tawarkan 2 Cara Kelola Franchise

    "Pemerintah juga memberikan dukungan dalam acara pameran-pameran waralaba. Bukan hanya di Jakarta tapi juga di kota-kota lain," ujar Andrew.

    EKO WAHYUDI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.