Best Practice Sistem Manajemen Hemat Energi, Hemat Biaya

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hariyanto.

    Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hariyanto.

    INFO BISNIS — Secara praktis, hemat energi sama halnya dengan menghemat biaya. "Dengan penghematan biaya makan, akan bisa mendongkrak daya saing," ujar Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hariyanto, saat launching acara Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) 2019, di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

    Terkait penghematan energi yang berujung pada penghematan biaya terlihat dari paparan kinerja Best Practice pemenang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2019 kategori Manajemen Energi pada Industri, PT Pupuk Kaltim. "Awalnya kami mulai merencanakan sistem manajemen energi pada 2015 dan mulai menerapkannya pada 2017. Targetnya adalah penghematan sebesar tiga persen pada 2021 di lima pabrik Amoniak-Urea-Utility kami," ujar Dian, dari PT Pupuk Kaltim saat sharing knowledge pada acara launching PSBE 2019.

    Dari April 2016 hingga April 2019, lanjut Dian, PT Pupuk Kaltim berhasil melakukan penghematan biaya senilai US$ 4,9 juta. "Kemudian, keuntungan lainnya adalah penurunan CO2 equivalent sebesar 54.612 ton equivalent selama 2016-2019. Lalu, penghematan steam sebesar 404.031 ton atau setara konservasi air sebesar 16.161 meter kubik berdasarkan peningkatan efisiensi turbin dan penurunan konsumsi steam," ujarnya. Dian menambahkan, dalam melakukan efisiensi, sebelumnya kami melakukan pemetaan kebutuhan energi dan penghematan dilakukan dari hal-hal kecil.

    Sementara itu, dalam manajemen energi, Sinar Mas Land yang merupakan pemenang Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi 2018 kategori Bangunan Gedung Hemat Energi mengaplikasikan desain bangunan, baik aktif maupun pasif. "Desain aktif terdapat pada tata udara, pencahayaan buatan, transportasi vertikal, hingga lampu jalan. Sementara desain pasif meliputi pencahayaan alami, udara alami, hingga orientasi bangunan," ujar Ilham Wahyudi, saat sesi sharing knowledge. Ilham menambahkan, untuk menjaga keberlanjutan, kami melakukan audit energi, proper commissioning, dan monitoring system.

    Terkait PSBE 2019, Ilham memberikan saran kepada calon peserta supaya proposal yang diajukan harus rinci dan sesuai dengan yang diminta oleh penyelenggara. Menurutnya, apresiasi seperti PSBE ini memiliki efek yang positif dalam industri. "Selain hasil yang terlihat seperti penghematan biaya, listrik khususnya, dengan penerapan efisiensi energi ini memperkuat potitioning corporate image kami di mata publik, tenants, dan pelaku industri yang peduli dengan penghematan energi," katanya.

    PSBE 2019 juga menjadi ajang seleksi nasional untuk kemudian mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Energy Award 2020. Terdapat tiga kategori lomba dalam PSBE 2019. Pertama, kategori Bangunan Gedung Hemat Energi. Kedua, kategori Manajemen Energi pada Industri dan Bangunan Gedung. Kemudian kategori ketiga adalah Penghematan Energi di Instansi Pemerintah.

    Proses pendaftaran dimulai pada medio Juli 2019 dengan proses penjurian dilakukan pada akhir Agustus dan awal September. Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan akan diserahkan pada 27 September 2019, diajang Malam Penganugerahan Subroto 2019.

    Informasi lengkap mengenai ajang ini dari formulir aplikasi hingga buku pedoman bisa diperoleh dengan mengakses www.psbe.esdm.go.id. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?