Sejumlah Pengguna Parkir Keluhkan Harus Bayar Pakai Ovo

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pintu masuk dan keluar parkir motor Mal Pejaten Village yang sudah memberlakukan pembayaran dengan OVO, Jakarta, 3 Juli 2019. TEMPO/EKO WAHYUDI

    Pintu masuk dan keluar parkir motor Mal Pejaten Village yang sudah memberlakukan pembayaran dengan OVO, Jakarta, 3 Juli 2019. TEMPO/EKO WAHYUDI

    Sebagai informasi, untuk mereka yang tidak memiliki saldo Ovo, maka pengguna parkir harus membayar secara tunai yang biasanya ada kasih di pintu keluar parkir, tapi saat ini sudah ditiadakan. Seperti di Plaza Semanggi anda harus jalan menuju lantai UG yang posisi dekat pintu keluar mal. Sedangkan untuk Pejaten Village anda harus menaiki satu lantai parkir menuju GF untuk membayar secara tunai dan akan diberikan karcis yang berbeda ketika anda keluar nantinya.

    Ketika Tempo melakukan pantauan langsung ke lokasi parkir mal Pejaten Village, terlihat parkir yang agak lenggang terdiri beberapa motor dan untuk tempat parkir mobil pun sama tidak lebih dari 20 unit roda empat di basement satu dan dua.

    Ini terlihat berbeda ketika melihat situasi parkir di Mal Plaza Semanggi, di sini terlihat lebih banyak karena parkiran terlihat lebih rapat dengan kendaraan roda dua. Sedangkan, untuk parkir mobil juga cenderung ramai.

    Saat Tempo mendatangi kedua kantor manajemen mal Pejanten Village yang terletak di basement dua dan Plaza Semanggi yang berada di lantai delapan, tidak ada yang mau memberikan keterangan terkait kebijakan pembayaran parkir menggunakan Ovo.

    Sebelumnya diberitakan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU membuka kemungkinan menyelidiki perusahaan penyedia aplikasi dompet digital, Ovo. Penelaahan itu dilakukan setelah KPPU memperoleh informasi terkait dugaan monopoli parkir menggunakan Ovo di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta.

    EKO WAHYUDI | MARTHA WARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.