Bos Lion Air Maju Calon Anggota BPK, Ini Profil Rusdi Kirana

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri Lion Air, Bapak Rusdi Kirana kunjungi dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berada di pusat krisis, Hotel Ibis, Cawang. instagram.com/lionairgroup

    Pendiri Lion Air, Bapak Rusdi Kirana kunjungi dan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang berada di pusat krisis, Hotel Ibis, Cawang. instagram.com/lionairgroup

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Lion Air Group, Rusdi Kirana, tercantum dalam daftar nama calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK periode 2019-2024. Rusdi terdaftar bersanding bersama sejumlah tokoh menonjol lainnya, seperti politikus Pius Lustrilanag dan mantan Direktur Utama Direktur BEI, Tito Sulistio. 
     
     
    Menilik rekam jejaknya, ia kesohor sebagai bos perusahaan maskapai berlogo singa terbang, Lion Air Group. Rusdi adalah penggagas maskapai berbiaya murah atau low cost carrier airlines di Indonesia. Ia memulai bisnisnya pada 1999 dengan perseroan PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air. 
     
    Majalah Tempo edisi 2 Maret 2015 menulis, perusahaan milik Rusdi Kirana dan saudaranya memecahkan rekor pemesanan pesawat dengan meneken kontrak pembelian 234 unit Airbus senilai US$ 24 miliar. Rekor ini melampaui catatan yang juga dilakukan Lion, yakni ketika mereka menandatangani pembelian 230 Boeing seharga US$ 21,3 miliar di Bali, disaksikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
     
    Pada 2015, maskapai Lion Air pernah menoreh catatan buruk. Berbagai kecelakaan dan insiden yang menimpanya. Ketepatan waktu (on-time performance/OTP) Lion terdata termasuk yang terburuk dibanding para pesaingnya di dalam negeri. Pada 18-21 Februari 2015, saat terjadi kekacauan jadwal penerbangan Lion, OTP maskapai ini pernah berada di tingkat paling rendah, yakni 37,6-48,9 persen.
     
    Di bidang politik, Rusdi pernah moncer sebagai politikus. Ia dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB pada 2014. Pria kelahiran 17 Agustus 1963 itu baru melepaskan jabatannya kala menjadi duta besar RI untuk Malaysia pada 2017. 
     
    Ketua Dewan Pengurus Pusat atau DPP PKB Jazilul Fawaid mengatakan, sejak itu, Rusdi tak masuk struktur partai. Namun, ia masih dekat dengan partai. "RK (Rusdi Kirana) punya sejarah dengan PKB memang benar,” ucapnya kala dihubungi Tempo, Rabu, 3 Juli. 
     
    Selain sebagai kader partai, nama Rusdi terdengung saat Presiden Joko Widodo dan wakilnya, Jusuf Kalla, maju Pemilihan Presiden pada 2014 lalu. Rusdi kala itu dibetot menjadi tim pengarah kampanye. Majalah Tempo edisi 26 Januari 2015 menulis, pengalaman Rusdi di bidang industri perhubungan diharapkan dapat membantu Presiden, yang tengah berfokus menata infrastruktur dan sistem transportasi. 
     
    Setelah Jokowi dan Jusuf Kalla terpilih, nama Rusdi Kirana sempat berembus menjadi kandidat menteri. Orang dekat Jokowi kala itu menyampaikan bahwa PKB pada masa pemilihan menteri menyorongkan nama Rusdi bersama dua politikus lainnya, Marwan Ja’far dan Muhaimin. 
     
    Saat ini, Rusdi Kirana masih menanggung utang kepada keluarga korban kecelakaan Lion Air JT 610 . Lion Air saat ini belum mengucurkan santunan sebesar Rp 1,25 miliar untuk sejumlah korban kecelakaan yang jasadnya belum ditemukan. 
     
    MAJALAH TEMPO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.