Sebut Waktunya Tinggal 85 Hari, Menteri Susi: Makin Kenceng Saya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi Pudjiastuti menggunakan teropong dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. Menteri Susi langsung memantau keberadaan kapal-kapal perikanan asing yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara. KKP

    Menteri Susi Pudjiastuti menggunakan teropong dalam operasi pengawasan illegal fishing di perairan perbatasan Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau dengan menggunakan KRI Usman Harun, pada 14-15 April 2019. Menteri Susi langsung memantau keberadaan kapal-kapal perikanan asing yang kerap melakukan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara. KKP

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan masih banyak pekerjaan rumah Indonesia dalam bidang kelautan dan perikanan. Menurut dia, KKP dan dirinya terpilih menjadi menteri dengan sebuah tujuan untuk bidang itu.

    Baca: Susi Pertanyakan Pemilik Kapal Pencuri Ikan 1.200 GT yang Lolos

    "Saya jadi menteri, ya for a purpose. Makanya saya bilang 5 tahun - 4,5 tahun, saya sekarang tinggal 85 hari kalau tidak ada reshuffle. Jadi apa saja bisa saya kerjakan to achieve the best I can, saya akan lakukan. Makin mepet, makin kenceng saya," kata Susi Pudjiastuti di kantornya, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

    Susi pun menyebutkan bahwa dirinya akan total dalam bekerja hingga akhir jabatannya. "At the end of the day ya saya sudah berikan bahwa Indonesia dengan tiga pilar sovereignity (kedaulatan), sustainability (keberlanjutan), dan prosperity (kemakmuran)."

    Menurut Susi, kemakmuran sebenarnya hasil dari dua itu, kalau dikerjakan dengan baik. Ia lalu menyayangkan mindset orang Indonesia banyak yang belum memikirkan laut. "Padahal laut yang menyatukan semua negara, laut ini pula yang menyatukan Indonesia. Laut yang akan menghidupi kita. tapi mindset kita belum ke sana, pendidikan, arahan."

    Susi Pudiastuti menduga, ada kesengajaan yang ditanamkan di kepala masyarakat, supaya lupa pada laut. Oleh karena itu, KKP harus menjadi leading sektor yang mengarahkan dan meneriakkan pentingnya laut bagi Indonesia.

    Dia mengatakan ikan merupakan sumber protein yang termurah, laut itu sumber kekayaan yang renewable, yang bisa terus menerus ada dan banyak, kalau terus dijaga. Konservasi atau menjaga laut Indonesia merupakan konservasi untuk memperkaya dan meningkatkan produktifitas.

    "Industri kita kejar untuk lebih mengarah kepada refining bukan extracting. Kalau extracting diambil saja terus, sekarang ini masih menuju pula ke saja. Semua bikin kapal besar-besar, cold storage di tengah laut," kata Susi.

    Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 - 2024. Pelantikan dan kabinet baru akan diumumkan pada Oktober 2019.

    Jokowi telah memberi bocoran ihwal sosok calon menteri di kabinet barunya mendatang andai ditetapkan sebagai presiden terpilih dalam pemilihan presiden 2019. Ia memberi sinyal bahwa ke depan, dirinya akan memilih sosok pembantu yang bisa memimpin dengan karakter kuat dan memiliki keberanian dalam mengeksekusi setiap keputusan yang sulit.

    Baca: Soal Impor Plastik, Susi Pudjiastuti Singgung Luhut Panjaitan

    "Kedua, saya membutuhkan orang yang memiliki kemampuan manajerial yang kuat dan baik," ujar Jokowi dalam acara Halal Bihalal bersama aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019.

    Simak berita lainnya terkait Susi di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.