Luhut Pandjaitan: Nego Sewa Pesawat Garuda Bisa Hemat USD 40 Juta

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan rangkuman hasil pertemuan G20 di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah akan membantu maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Persero Tbk melakukan negosiasi dengan Commercial Bank of China (ICBC) Aviation Leasing Co., Ltd untuk mengubah struktur biaya sewa pesawat. ICBC Aviation Leasing adalah lembaga penyewaan pesawat yang menjalin kerja sama dengan Garuda Indonesia sejak 2013. 

    Baca juga: Luhut Pandjaitan Ajak 21 Perusahaan Jepang Berinvestasi di RI

     
    “Kita mau negosiasi untuk restructuring. Tanggal 3 (Juli) ini kami tawarkan dia (ICBC) untuk mengubah tenor pembayaran sewa pesawat,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. 
     
    Garuda Indonesia saat ini mengeluarkan biaya sewa atau leasing kepada ICBC Aviaton untuk lima armada Boeing 777-300 dan enam unit Airbus 320-200. Berdasarkan catatan struktur operasional Garuda Indonesia sepanjang 2018, nilai penyewaan pesawat mencapai US$ 882,3 juta atau 26 persen dari total beban operasional. 
     
    Menurut Luhut, biaya sewa yang dikeluarkan Garuda Indonesia saat ini terlalu besar dan membebani biaya operasional. Sebagai solusi, pihaknya menawarkan adanya negosiasi perpanjangan tenor. 
     
    “Kan dia buat (tenor) 18 tahun, mau kita perpanjang jadi 24 tahun kira-kira mau atau tidak,” ujar Luhut. 
     
    Staf Khusus bidang Politik dan Media Kementerian Koordinator Kemaritiman, Atmadji Sumarkidjo, sebelumnya menyatakan pembahasan soal negosiasi pengubahan struktur biaya sewa pesawat itu dilakukan sebagai upaya pemerintah menurunkan tarif tiket pesawat. Pembahasan itu dilakukan di kantor Luhut pada Juni lalu bersama pihak Garuda Indonesia. Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal membenarkan pertemuan itu, namun ia enggan menggamblangkan dampak pengubahan struktur biaya maskapai bagi perseroan. 
     
    Bila ICBC Aviation Leasing  menyepakati negosiasi, Luhut mengatakan maskapai Garuda Indonesia akan menghemat pengeluaran sebesar US$ 35 hingga 40 juta dolar. Selain itu, efisiensi terhadap biaya operasional bakal terealisasi. 
     
    "Jadi semua nanti ujung2nya bagaimana menghemat cost. Kalau enggak efisien, kita tidak akan bisa kompetitif,” ucap Luhut Pandjaitan
     
    YOHANES PASKALIS | KORAN TEMPO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.