Kata Luhut, di KTT G20 Jokowi Minta Dana Murah dari Cina

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping saat pertemuan bilateral di sela KTT G20, Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.[Biro Pers Kepresidenan RI]

    Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Cina Xi Jinping saat pertemuan bilateral di sela KTT G20, Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.[Biro Pers Kepresidenan RI]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan hasil KTT G20 yang dihadiri beberapa pemimpin negara dunia di Osaka, Jepang, pada 28 hingga 29 Juni lalu kepada wartawan. Luhut mengungkapkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sempat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Cina Xi Jinping di sela-sela konferensi.
     
     
    Luhut mengatakan, hasil pertemuan keduanya membuahkan sejumlah kesepakatan kerja sama. Salah satunya, Jokowi mengusulkan adanya special fund atau pendanaan khusus dari Cina. "Presiden minta  special fund dengan interest murah,” ujar Luhut di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019. 
     
    Menurut Luhut, saat ini banyak perusahaan Cina yang berminat menanamkan investasinya ke Indonesia. Sebelumnya, kerja sama itu telah dirembuk dalam proyek One Belt One Road (OBOR) atau kesepakatan empat koridor pada April 2019 lalu. 
     
    Adapun proyek yang akan digarap Cina bersama Indonesia dalam empat koridor tersebut  bersifat business to business, bukan government to government. Dari hasil kesepakatan OBOR lalu, ujar Luhut, Indonesia akan mempermudah perizinan kepada pengusaha Cina yang berminat menanam investasi ke Cina. 
     
    Sementara itu, bila perusahaan-perusahaan yang hendak menanam investasi memperoleh pendanaan khusus, Indonesia bakal diuntungkan lantaran terjadi perputaran uang. “Kalau proyek empat koridor itu (nilainya) sekitar US$ 91 miliar, kita berharap ada potensi beberapa puluh miliar,” Luhut menambahkan.
     
    Menurut Luhut, Kementerian Keuangan akan menggodok skema pendanaan khusus dari Cina tersebut. Perencanaan struktur pendanaan penting dilakukan agar anggaran khusus ini tak menjadi beban utang pemerintah. 
     
    “Karena kita enggak mau g to g dan goverment guarantee, jadi bagaimana kita dapat dana murah, tanpa membuat utang pemerintah bertambah,” ujar Luhut.
     
    Di sela-sela KTT, ujar Luhut, Presiden Xi mengucapkan selamat kepada Jokowi yang terpilih kembali menjadi Presiden RI.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.