Tiga Direksi Garuda Group Lepas Jabatan Komisaris Sriwijaya Air

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direksi Garuda Indonesia saat menjelaskan kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi. TEMPO/Joniansyah Hardjono

    Direksi Garuda Indonesia saat menjelaskan kerjasama dengan PT Mahata Aero Teknologi. TEMPO/Joniansyah Hardjono

    Garuda juga berorientasi pada tata kelola bisnis yang akuntabel dan memastikan fokus penyelerasan kinerja usaha dapat tercapai sesuai prinsip dan koridor aturan persaingan usaha yang sehat.

    Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo sebelumnya menyatakan menghormati langkah KPPU mengusut dugaan rangkap jabatan pejabat Garuda Indonesia. Gatot memungkinkan sejumlah direksi Garuda Indonesia bakal dicopot dari Komisaris Utama Sriwijaya Group.  

    "Untuk Ari Askhara (Direktur Utama Garuda Indonesia) yang di Sriwijaya akan kami ganti. Beliau kan Komisaris Utama di Sriwijaya, kami akan ganti," kata Gatot di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin, 1 Juli 2019.


    Menurut KPPU, rangkap jabatan ini berpotensi melanggar aturan. Sebab, penempatan direksi Garuda Indonesia di perusahaan dengan manajemen yang berbeda untuk jenis usaha yang sama dapat memantik monopoli. KPPU menilai, semestinya rangkap jabatan tak terjadi lantaran kerja sama yang dijalin kedua maskapai ini bukan merger sehingga persaingan tetap harus berlangsung. 

    Selain Ari Askhara, pejabat Garuda Group yang juga terlilit kasus serupa ialah Direktur Niaga Pikri Ilham dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo. Keduanya merangkap sebagai komisaris Sriwijaya Group. 

    ANTARA | HENDARTYO HANGGI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.