Bulog Lepas 50 Ribu Ton Beras Tak Layak Konsumsi dari Gudang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    Stok beras di gudang Bulog Jakarta.(dok.Kementan)

    TEMPO.CO, Jakarta   Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, mengungkapkan bahwa pihaknya akan melepas setidaknya 50 ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP). Kondisi beras yang sudah rusak dan tidak bisa dikonsumsi lagi.

    BACA: Ombudsman Khawatir Bulog Bangkrut, Menteri Darmin: Jangan Pesimistis

    "Itu sebenarnya (beras) tersimpan dari dulu. Harusnya ada pelepasan stok. Kami minta izin sudah diputuskan boleh. Kan tidak mungkin dijual. Ada sekitar 50 ribu ton," kata Bachtiar saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin 1 Juli 2019.

    Bahctiar menjelaskan, stok CBP itu akan dikeluarkan dari gudang dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah. Dalam regulasi tersebut, disebutkan bahwa CBP dilepas apabila  telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit 4 (empat) bulan dan atau berpotensi/mengalami penurunan mutu.

    Bachtiar menyebutkan, 50 ribu ton beras yang akan dilepas memang merupakan bagian dari pengadaan impor beberapa tahun lalu, bahkan sejak 2015-2017. Namun demikian, ia menjelaskan meski beras yang mengalami penurunan mutu tersebut dan tidak mungkin bisa dikonsumsi, bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan.

    "Kalau masih bisa dimanfaatkan ya dimanfaatkan, contohnya bisa jadi MSG, jadi ethanol, digiling. Kalau masih bisa diolah kenapa dibuang. Tapi untuk dikonsumsi sudah tidak mungkin," kata Bachtiar.  

    Saat ini stok beras di gudang Bulog mencapai 2,4 juta ton, terdiri dari 2,2 juta CBP dan 143 ribu ton beras komersial. Untuk mendistribusikan stok beras CBP dan menghindari kerusakan beras di gudang, Bulog melakukan berbagai upaya hilirisasi, seperti program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), menjual komersial lewat Rumah Pangan Kita (RPK) dan melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

    Baca: Beras Bulog Menumpuk, Darmin: Bisa untuk Bantuan Pangan Non Tunai

    Lewat program KPSH atau operasi pasar, Bulog akan menggelontorkan beras medium sebanyak 1,48 juta ton hingga akhir Desember tahun ini. Sebelumnya Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang program KPSH hingga akhir Desember 2019. Tercatat hingga akhir Mei 2019, Bulog telah menyalurkan beras melalui program KPSH sebesar 225 ribu ton dan 2 ribu ton untuk bantuan bencana alam.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.