BPS: Daya Beli Masyarakat Bagus pada Juni

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto serta Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di kantor BPS Indonesia, Pasar Baru, Jakarta, 15 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto serta Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti di kantor BPS Indonesia, Pasar Baru, Jakarta, 15 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan inflasi inti 3,25 persen merupakan hal yang positif karena menunjukkan daya beli masyarakat yang bagus.

    Baca juga: Ignasius Jonan: Daya Beli Masyarakat Tantangan Pembangunan Energi

    "Kalau kita melihat arah garis besarnya, memang tadinya kami berharap inflasi inti di kisaran 3,1-3,2 persen. Tapi kalau saya melihatnya positif. Inflasi inti ini menunjukkan daya beli masyarakat memang masih bagus," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

    Dia juga yakin dengan inflasi Januari hingga Juni 2,05 persen, target inflasi pemerintah 3,5 plus minus 1 persen akan tercapai. Dia mengatakan inflasi tertinggi selalu terjadi di bulan Ramadan.

    "Dan kalau kita bisa kendalikan inflasi di Desember, target 3,5 tercapai," ujarnya.

    Adapun kata dia, pada 2017 inflasi kalender sampai Juni sebesar 2,38 persen. Sedangkan kata Suhariyanto, inflasi years to date yang 2,05 persen memang sedikit lebih tinggi dari tahun kalender 2018 yang 1,90 persen.

    "Saya yakin betul dengan inflasi 2,05 persen dan 3,28 yoy, target masih akan tercapai," ujar dia.

    Sebelumnya, BPS mencatat inflasi sepanjang Juni 2019 sebesar 0,55 persen. Suhariyanto mengatakan inflasi tersebut lebih rendah daripada bulan sebelumnya atau Mei yang sebesar 0,68 persen.

    "Penyebab utama karena naik harga cabai merah dan beberapa sayuran, emas perhiasan," kata Suhariyanto.

    Sedangkan kata dia, penyebab deflasi karena harga turun terjadi pada bawang putih, turunnya harga tiket angkutan udara, dan daging ayam ras. "Kami berharap inflasi akan terus terkendali," ujar dia.

    Dia mengatakan dari komponen inflasi pada Juni 2019, penyebab utama kenaikan harga adalah kelompok harga barang-barang bergejolak atau volatile foods, seperti bahan pangan dan makanan. Menurut dia volatile food terjadi inflasi 1,70 persen atau memiliki andil terhadap inflasi Juni sebesar 0,35 persen.

    Dia mengatakan harga bahan makanan terjadi inflasi 1,63 atau memiliki andil 0,38 persen terhadap inflasi Juni. Laju inflasi tahun kalender Januari hingga Mei 2019 pada bahan makanan mencapai 4,97 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun pada bahan makanan sebesar 4,91persen.

    Baca berita lainnya soal Daya Beli di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.