Inflasi Semester I 2,05 Persen, Darmin Akan Jaga Volatile Foods

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita berebut membeli sembako murah di Plaza Balaikota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Mei 2019. Bazaar sembako murah Ramadan ini digelar tim pengendali inflasi Jawa Barat. ANTARA

    Sejumlah wanita berebut membeli sembako murah di Plaza Balaikota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Mei 2019. Bazaar sembako murah Ramadan ini digelar tim pengendali inflasi Jawa Barat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, berjanji akan mengendalikan tingkat inflasi hingga akhir tahun. Hal itu merespons rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat laju inflasi semester I 2019 mencapai 2,05 persen.

    BACA: Bappenas: Pembangunan Ibu Kota Baru Dongkrak Inflasi 0,2 Persen

    "Ya kalau tidak bisa diturunkan, dia akan di atas 4 persen," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

    Darmin mengatakan, pengendalian yang bisa dilakukan utamanya pada kelompok harga barang-barang bergejolak atau volatile foods. Menurut dia, pengendalian itu harus dilakukan mulai saat ini, agar tidak terlambat.

    ADVERTISEMENT

    Namun, Darmin tetap optimistis bahwa laju inflasi bisa diturunkan. "Itu bedanya dengan yang lain, bisa naik sekarang, tapi bisa diturunkan nanti. Artinya harus ada upaya sungguh-sungguh supaya dia tetap di 3,5 (target inflasi pemerintah 3,5 +-1 persen). Karena kalau tidak akan di atas 4 persen," kata dia.

    BPS sebelumnya mencatat inflasi sepanjang Juni 2019 sebesar 0,55 persen. Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan inflasi tersebut lebih rendah daripada bulan sebelumnya atau Mei yang sebesar 0,68 persen.

    "Penyebab utama katena naik harga cabai merah dan beberapa sayuran, emas perhiasan," kata Suhariyanto.

    Sedangkan yang berkontribusi pada deflasi adalah penurunan harga bawang putih, tiket pesawat, dan daging ayam ras. "Kami berharap inflasi akan terus terkendali," ujar Suhariyanto.

    Dengan catatan terbaru BPS, artinya laju inflasi semester I 2019, dari Januari hingga Juni (year to date) mencapai 2,05 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,28 persen.

    Baca: Turunkan Harga Tiket Pesawat, Menteri Teken RPP Insentif Fiskal

    BPS menyebut, komponen penyumbang utama inflasi pada Juni 2019 adalah kelompok harga barang-barang bergejolak atau volatile foods, seperti bahan pangan dan makanan. Kelompok barang volatile foods ini mengalami inflasi sebesar 1,70 persen atau memiliki andil terhadap inflasi Juni sebesar 0,35 persen.

    Adapun  bahan makanan mengalami inflasi 1,63 atau memiliki andil 0,38 persen terhadap inflasi Juni. Laju inflasi tahun kalender Januari hingga Mei 2019 pada bahan makanan mencapai 4,97 persen. Sedangkan inflasi tahun ke tahun pada bahan makanan sebesar 4,91persen.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.