PLN Tuntaskan Proyek Tol Listrik Sumatera 275 kV

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengenakan pakaian pelindung saat melakukan penggantian Isolator pada SUTET di tower 127 Cilegon - Cibinong, Batok, Bogor, 26 Juli 2016. Sekitar 27.093 Kms dalam tahap pra konstruksi sebagai upaya mempercepat pembangunan proyek 35000 MW. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas mengenakan pakaian pelindung saat melakukan penggantian Isolator pada SUTET di tower 127 Cilegon - Cibinong, Batok, Bogor, 26 Juli 2016. Sekitar 27.093 Kms dalam tahap pra konstruksi sebagai upaya mempercepat pembangunan proyek 35000 MW. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) telah merampungkan proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang dikenal dengan Tol Listrik Sumatera. Proyek Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt (kV) itu menjadi tulang punggung penyaluran listrik dari Sumatera Bagian Selatan menuju Sumatera Bagian Utara dan sebaliknya. 

    BACA: Viral Hoax Kenaikan Tarif Listrik, Twitter PLN Diserbu Netizen

    "Dengan adanya tol listrik Sumatera 275 kV, keandalan listrik Sumatera makin meningkat dan bisa menurunkan biaya pokok produksi listrik,” ungkap Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN Wiluyo Kusdwiharto melalui siaran pers pada Senin, 1 Juli 2019. 

    Wiluyo mengatakan, tol listrik 275 kV ini mampu mengalirkan daya hingga 2.000 MW dari Sumsel yg kaya akan listrik dari PLTU Mulut Tambang, hingga ke Sumatera Utara. Tol listrik ini sendiri dinyatakan layak beroperasi setelah mendapatkan Rekomendasi Layak Bertegangan (RLB) pada SUTET 275 kV pada Sabtu, 29 Juni 2019 lalu.

    Tol Listrik Sumatera ini membentang di sepanjang jalur Lahat - Lubuk Linggau - Bangko - Muara Bungo - Kiliranjao - Paya Kumbuh - Padang Sidempuan - Sarula - Simangkok – Galang dengan panjang 2.866 kilometer sirkuit (kms). 

    Manfaat dari Tol Listrik Sumatera ini adalah untuk mengevakuasi daya listrik murah yang dihasilkan oleh pembangkit mulut tambang di Sumsel menuju ke utara Sumatera yang akan menurunkan biaya pokok produksi (BPP) listrik di Sumatera, juga meningkatkan keandalan, karena listrik dari selatan hingga utara Sumatera terinterkoneksi.

    Baca: Sepanjang 2018, PLN Cetak Laba Bersih Rp 11,6 Triliun

    "Dengan adanya Tol Listrik ini biaya pokok penyediaan (BPP) lebih murah dan listrik Sumatera akan semakin andal, karena coverage-nya mencakup seluruh pulau, sehingga kekhawatiran kekurangan pasokan listrik bisa teratasi," tambah Wiluyo.

    Dia berharap listrik yang andal dapat menarik investor sehingga bisa mendorong pertumbuhan industri menengah dan besar di semua provinsi di Sumatera. “PLN selalu siap melayani kawasan-kawasan industri yang memerlukan daya listrik yang besar sesuai dengan lokasi yang ditetapkan oleh pemda setempat,” lanju Wiluyo.

     
    BISNIS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.