Melantai di Bursa, Krida Jaringan Nusantara Raup Dana Rp 30,3 M

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. atau KJEN Express Dewi Prasetyaningsih dalam acara penawaran perdana saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 1 Juli 2019. Emiten dengan kode KJEN ini menjadi perusahaan tercatat ke-18 di tahun 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Direktur Utama PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. atau KJEN Express Dewi Prasetyaningsih dalam acara penawaran perdana saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin 1 Juli 2019. Emiten dengan kode KJEN ini menjadi perusahaan tercatat ke-18 di tahun 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. atau KJEN Express resmi melakukan initial public offering atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 1 Juni 2019. Penawaran perdana saham emiten berkode KJEN ini membuat perusahaan yang bergerak di bidang bisnis pengiriman paket dan logistik menjadi perusahaan ke-18 yang melantai di BEI tahun 2019.

    Baca: Gelar IPO, Saham Golden Flower Langsung Melonjak 50 Persen

    Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan aksi IPO bisa membuat utilisasi perusahaan menjadi lebih baik sehingga bisa tumbuh besar. "Kami akan support supaya perusahaan bisa tingkatkan pertumbuhan dan berikan atribusi kepada pemegang saham," kata Nyoman dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin.

    Adapun, dalam keterangan resmi perusahaan masa penawaran umum telah dilakukan pada 21-24 Juni 2019, dengan harga penawaran Rp 202 per lembar. Perseroan akan memperoleh dana segar sebesar Rp 30,3 miliar. Sedangkan, saat masa penawaran terjadi oversubscribed saham KJEN sebanyak 4,58 kali.

    Sementara itu, keseluruhan saham yang dilepas berjumlah 150 juta saham. Jumlah ini setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan melalui penawaran umum perdana saham.

    Direktur KJEN Express Alex Hasibuan mengatakan dana segar yang diterima lewat IPO akan digunakan perusahaan untuk membeli tanah dan bangunan guna aktivitas operasional pengiriman paket dan movers. Sebab, mulai tahun ini perusahaan telah memasuki lini pasar baru pengiriman paket untuk pasar e-commerce.

    "Jadi dana IPO untuk tanah dan bangunan untuk aktivitas operasional pengiriman paket, kedua untuk operasional movers," kata Alex kepada media di Gedung BEI, Senin.

    Perusahaan, kata Alex, menargetkan mencatatkan pendapatan senilai Rp 13,7 miliar pada akhir tahun ini. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari pendapatan tahun 2018 yang mencapai Rp 6,4 miliar. Dia mengatakan peningkatan ini ditargetkan sejalan dengan kegiatan usaha perusahaan yang meluas masuk di lini e-commerce.

    Baca: Bursa Dorong Perusahaan Terbuka Ambil Langkah Keterwakilan Gender

    Sementara itu, usai kegiatan IPO di bursa, saham KJEN tercatat naik 100 poin atau 49,5 persen ke level Rp 302 dari harga penawaran Rp 202. Saham KJEN ditransaksikan sebanyak 10 kali dengan volume sebanyak 90 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 2,68 juta. Dengan kenaikan ini, saham KJEN langsung terkena auto reject karena mengalami kenaikan lebih dari 25 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.