Nilai Perceraian Jeff Bezos Rp 537 T Catat Rekor Termahal

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jeff Bezos dan MacKenzie. (Famebytes.com)

    Jeff Bezos dan MacKenzie. (Famebytes.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang terkaya di dunia, Jeff Bezos akan menyerahkan 4 persen saham perusahaan Amazon kepada mantan istrinya, MacKenzie Bezos sebagai bentuk penyelesaian perceraiannya. 

    Baca: 2019, Jeff Bezos Masih di Urutan Pertama Orang Terkaya di Dunia

    Seorang hakim akan menandatangani dokumen hukum yang mentransfer saham Amazon senilai US$ 38 miliar atau sekitar Rp 537 triliun menjadi atas nama MacKenzie Bezos.

    Angka itu memecahkan rekor pembayaran untuk sebuah perceraian dalam sejarah dari sebelumnya senilai US$ 2,5 miliar. Jumlah itu  dibayarkan kepada Jocelyn Wildenstein ketika dia bercerai dengan agen barang seni, Alec Wildenstein pada tahun 1999.

    Dari perceraian itu, MacKenzie Bezos yang kini berusia 49 tahun dan berprofesi sebagai penuis, akan menjadi wanita terkaya keempat di dunia. Ia berjanji untuk memberikan setidaknya setengah dari kekayaannya untuk kegiatan amal seperti dikutip Theguardian.com, Senin, 1 Juli 2019.

    MacKenzie, yang menikah dengan Jeff pada tahun 1993, setahun sebelum Jeff memulai Amazon dari garasinya di Seattle, mengatakan dia memiliki "jumlah uang yang tidak proporsional untuk dibagikan". Ia juga berjanji untuk bekerja keras dan akan memberikannya "sampai brankasnya kosong".

    MacKenzie membuat surat pernyataan kepada Giving Pledge, badan amal yang dibuat oleh investor Warren Buffett bersama pendiri utama Microsoft, Bill Gates. Isi surat itu di antaranya mendorong orang terkaya di dunia berkomitmen memberikan setidaknya setengah dari kekayaan mereka untuk amal. 

    Baca: Perceraian Jeff Bezos, Investor Amazon Mulai Khawatir

    Meski menyerahkan sejumlah besar asetnya untuk biaya perceraian itu, Jeff Bezos masih akan menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan US$ 118 miliar. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.