Jokowi Menang, Unsur Ketidakpastian Dalam Negeri terhadap IHSG Hilang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum Jokowi datang, indeks memang sudah menguat. IHSG masih menguat 0,44 persen ke level 4.786,83 pada akhir sesi I. Dan pada saaat penutupan perdagangan, rebound signifikan sebanyak 50,85 poin atau 1,07 persen ke level 4.816,58. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sebelum Jokowi datang, indeks memang sudah menguat. IHSG masih menguat 0,44 persen ke level 4.786,83 pada akhir sesi I. Dan pada saaat penutupan perdagangan, rebound signifikan sebanyak 50,85 poin atau 1,07 persen ke level 4.816,58. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih menguat pekan depan pasca putusan MK atau Jokowi menang. Dia mengatakan sentimen dalam negeri yang paling berpengaruh terhadap pergerakan itu.

    BACA: Jokowi Menang Lagi, Dunia Usaha Sambut Positif

    "Karena perang dagang sudah sekian lama berlangsung, dan belum membawa dampak signifikan terhadap IHSG, namun terpilihnya Jokowi (Presiden terpilih Joko Widodo) kemarin sudah menghilangkan unsur ketidakpastian di dalam negeri," kata William saat dihubungi, Sabtu, 29 Juni 2019.

    Dia memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.330 - 6.370 pada Senin, 1 Juli 2019. Sedangkan, pada sepekan ke depan, akan bergerak di kisaran 6.330 - 6.420.

    Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta juga mengatakan IHSG akan menguat pekan depan. Dia memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.245 - 6.465. "Upward bar terlihat pada weekly chart. Hal ini mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada IHSG untuk pekan depan," kata Nafan saat dihubungi.

    BACA: APTRI Minta Jokowi Pilih Menteri yang Berpihak pada Petani Tebu

    Adapun, IHSG ditutup menguat pada Jumat, 29 Juni 2019. Pada awal perdagangan, IHSG dibuka 6.352. Sedangkan pada penutupan menguat 6 poin menjadi 6.358.

    IHSG pada akhir Juni itu, sempat menyetuh nilai tertinggi di 6.377 dan terendah pada 6.351. Adapun frekuensi perdagangan sebanyak 428 ribu kali dengan nilai Rp 19,1 triliun.

    Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi menyatakan menolak seluruh permohonan yang diajukan kuasa hukum Prabowo - Sandiaga. Tim hukum Prabowo mendalilkan bahwa telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif di Pilpres 2019 dan meminta Mahkamah menetapkan kliennya sebagai pemenang.

    Putusan MK yang menolak dalil permohonan itu sekaligus mengukuhkan hasil perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin sebagai pemenang di pilpres 2019 atau Jokowi menang.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.