Indonesia - Jepang Bahas Finalisasi Kerja Sama Ekonomi di KTT G20

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump saat menghadiri salah satu sesi dalam KTT G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019. Pada hari kedua KTT G20, Jokowi mengikuti serangkaian kegiatan yang digelar di Intex Osaka. Foto/Biro Pers Setpers RI

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump saat menghadiri salah satu sesi dalam KTT G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019. Pada hari kedua KTT G20, Jokowi mengikuti serangkaian kegiatan yang digelar di Intex Osaka. Foto/Biro Pers Setpers RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia dan Jepang membahas finalisasi kerja sama ekonomi yang tertuang dalam General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA) dan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Hal itu berlangsung di sela rangkaian KTT G20 di Osaka, Jepang.

    Baca juga: AS - Cina Sepakat Gencatan Senjata Perang Dagang Sebelum KTT G20

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko. "Saya dan Menteri Seko dalam bulan ini telah tiga kali bertemu. Ini karena Indonesia dan Jepang adalah mitra penting dengan berbagai agenda bersama dibidang perdagangan, termasuk isu bilateral GR-IJEPA dan RCEP,” kata Enggartiasto dalam keterangan tertulis, Sabtu, 29 Juni 2019.

    Enggartiasto mengatakan Indonesia dapat memperoleh keuntungan secara ekonomi dari GR-IJEPA dan RCEP melalui pemanfaatan akses pasar barang dan jasa yang lebih terbuka. Serta, kata dia, masuknya investasi dan kerja sama dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas.

    “Melihat besarnya potensi tersebut, saat ini kedua pihak berusaha dengan segala upaya untuk mencapai kesepakatan akhir,” kata Enggartiasto.

    Kedua menteri sepakat bekerja keras agar perundingan multiregional RCEP dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2019. "Saya dan Menteri Seko sepakat bahwa penyelesaian RCEP sangat penting dan akan memberikan dorongan kerja sama dagang di tengah tensi dagang yang dialami dunia akhir-akhir ini,” Enggartiasto menambahkan.

    Pertemuan bilateral itu juga membahas isu sektoral, seperti implementasi kerja sama New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC), pengembangan industri otomotif, dan kebijakan Indonesia terkait Hybrid Electric Vehicle (HEV).

    Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Framework Document on New MIDEC di bawah kerangka IJEPA antara Menperin dan Menteri Seko. Framework Document on New MIDEC merupakan program yang dapat mendukung program industri 4.0.

    “Indonesia menyambut baik penandatanganan kerangka kerja sama New MIDEC yang diinisiasi di bawah IJEPA. New MIDEC akan menjadi program peningkatan kerja sama sektor industri berkelanjutan dengan Jepang,” kata Enggartiasto.

    BACA: Promosi ke Pengusaha Jepang, Sri Mulyani Tawarkan Insentif Pajak

    Hal ini, kata dia, selaras dengan kebijakan industri 4.0 yang tengah digagas pemerintah. Kerja sama ini juga menjadi modal untuk tumbuh bersama demi masa depan kedua negara. Selain melakukan pertemuan bilateral, Mendag Enggar turut hadir dalam pertemuan CEO Roundtable dan one on one business meeting.

    Pertemuan di sela KTT G20 ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Tom Lembong. Selain itu, hadir 21 pimpinan perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia.

    HENDARTYO HANGGI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.