Trump Ancam Tarif Mahal, Vietnam Janji Tambah Impor LNG dari AS

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi berpose dengan Presiden AS Donald Trump di ruang Leaders Area, INTEX Osaka, Jepang, di sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20, Jumat, 28 Juni 2019. Dalam KTT G20, Jokowi akan mengangkat inovasi ekonomi digital. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi berpose dengan Presiden AS Donald Trump di ruang Leaders Area, INTEX Osaka, Jepang, di sela penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20, Jumat, 28 Juni 2019. Dalam KTT G20, Jokowi akan mengangkat inovasi ekonomi digital. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Hanoi - Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc bertemu dengan Presiden Donald Trump di sela-sela KTT Kelompok 20 (G20) dua hari di Jepang pada Jumat 28 Juni 2019 kemarin. Dalam pertemuan itu, Vietnam berjanji akan mengimpor lebih banyak gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat.

    BACA: Perang Dagang, Trump Sesumbar Cina Pasti Kalah

    Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam dan Departemen Energi AS akan segera menandatangani nota kesepahaman tentang impor LNG, kata pemerintah Vietnam dalam sebuah pernyataan, yang juga dikeluarkan pada Jumat 28 Juni 2019.

    Meski tidak merinci berapa banyak LNG akan diimpor, Vietnam mengatakan kerja sama energi itu bersifat jangka panjang dan strategis. 

    Sebelumnya, pada Rabu 26 Juni 2019, Trump telah mengeluarkan ancaman untuk Vietnam, yakni akan mengenakan tarif masuk setinggi Cina. Di tengah perang dagang dengan Beijing, Trump menilai Hanoi telah memperlakukan Amerika Serikat lebih buruk daripada Cina dalam hal perdagangan.

    Menanggapi komentar tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, menyatakan bahwa Vietnam menginginkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dengan Amerika Serikat. "Vietnam berupaya untuk melanjutkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan Amerika Serikat yang mempromosikan kebebasan dan keadilan, berdasarkan pada saling menguntungkan," kata Hang dalam sebuah pernyataan melalui surat elektronik.

    "Vietnam telah melakukan upaya untuk meningkatkan neraca perdagangan bilateral, dan meningkatkan impor barang-barang AS yang dibutuhkan Vietnam," kata Hang.

    Pasar ekspor terbesar Vietnam adalah Amerika Serikat, yang memiliki surplus perdagangan tumbuh dengan cepat. Ekspor ke AS dari Vietnam, yang disebut-sebut sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari perang dagang, naik 29 persen dalam lima bulan pertama tahun ini, menurut data bea cukai Vietnam. 

    Baca: Indef: Rupiah Menguat Bukan karena Jokowi Effect, Tapi...

    Vietnam mengalami surplus perdagangan sebesar 17 miliar dolar AS dengan AS dalam lima bulan pertama tahun ini saja. Karena itulah, Trump menilai perlu untuk meningkatkan keuntungan negaranya dari perdagangan dengan Vietnam tersebut.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.