Lepas 5.360 Mahasiswa UGM Pergi KKN, Menteri Susi Ikut Berjoget

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti kiri) melakukan flashmob bersama mahasiswa saat pelepasan mahasiswa KKN-PPM UGM 2019 di Lapangan Pancasila, UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Para mahasiswa itu akan disebar di 107 kabupaten/kota di 32 Provinsi di Indonesia hingga 18 Agustus 2019. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti kiri) melakukan flashmob bersama mahasiswa saat pelepasan mahasiswa KKN-PPM UGM 2019 di Lapangan Pancasila, UGM, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat, 28 Juni 2019. Para mahasiswa itu akan disebar di 107 kabupaten/kota di 32 Provinsi di Indonesia hingga 18 Agustus 2019. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut berjoget dalam acara pelepasan mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM sebelum melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lapangan Grha Sabha Pramana, Yogyakarta pada Jumat siang, 28 Juni 2019. Hal ini diketahui lewat sebuah video yang diunggah oleh akun resmi Twitter UGM, @UGMYogyakarta.

    Baca: Sampah Plastik Diselundupkan, Menteri Susi: Kirim ke Negara Asa

    Unggahan video berdurasi sekitar 30 detik tersebut kemudian ikut di-retweet oleh Susi melalui akun twitter miliknya, @susipudjiastuti. Hingga Jumat pukul 22.18 WIB, unggahan tersebut berkembang viral karena telah mendapat balasan sebanyak 23 kali dan mendapat retweet sebanyak 181 kali dan disukai sebanyak 376 akun.

    Dari unggahan video tersebut, terlihat Susi yang mengenakan atasan hijau yang dipadu bawahan rok dengan warna senada tengah ikut berjoget bersama dengan Rektor UGM Prof. Panut Mulyono. Video tersebut juga menampilkan Susi juga terlihat memakai sepatu hitam berhak tinggi dan mengenakan kacamata berwarna gelap serta mengenakan scarf berwarna merah.

    Dalam sambutanya di acara tersebut, Susi Pudjiastutimenyampaikan mengenai potensi perikanan Indonesia yang telah masuk 3 besar di Asia Tenggara. Kendati demikian, menurut Susi, potensi maritim dari perikanan dan kelautan belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi bangsa.

    “Oleh karena itu, Presiden Jokowi memiliki misi menjadikan laut sebagai masa depan bangsa dan membuat undang-undang yang luar biasa untuk tidak mengampuni pencuri di laut yakni dengan ditenggelamkan,” kata Susi Pudjiastutiseperti dikutip dalam laman resmi ugm.ac.id, pada Jumat, 28 Juni 2019.

    Dalam kesempatan itu, Susi Pudjiastutimengatakan kegiatan KKN bakal menjadi aktivitas yang dibutuhkan terutama untuk ikut memberdayakan dan melakukan bagi-bagi pengetahuan antara masyarakat dengan mahasiswa dan sebalik. Dalam pidatonya, Susi juga sempat meminta para mahasiswa UGM untuk membuat program yang ikut memberdayakan para nelayan di dalamnya.

    Sebab, menurut Susi Pudjiastuti, banyak nelayan yang berada di wilayah terluar masih memerlukan sentuhan pengetahuan praktikal. Mulai dari cara menangkap, mengawetkan, menyimpan, hingga praktik-praktik mengelola hasil perikanan dan kelautan bukan saja benar tetapi juga menguntungkan.

    Tak lupa Susi Pudjiastuti berpesan kepada para mahasiswa KKN untuk berbagi pengetahuan dengan nelayan supaya tidak melakukan pratik penangkapan ikan yang merusak kelestarian sumber daya laut. Sebab, saat ini masih dijumpai di beberapa daerah yang masyarakatnya menggunakan metode bius dan bom untuk menangkap ikan.

    Baca: Susi Jelaskan Alasannya Larang Cantrang dan Trawl

    Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, kata Susi, dapat merusak terumbu karang sehingga menyebabkan sumber daya ikan semakin berkurang. “Harapannya adik-adik bisa membawa filosofi keberlanjutan pada masyarakat. Jangan hanya travelling, jalan-jalan di pantai saja, tetapi harus sadarkan masyarakat kalau laut adalah sumber pangan,” kata Susi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.