BNPB Duga Alih Fungsi Lahan Sebabkan Banjir di Konawe Utara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah-rumah warga di wilayah Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara masih terendam air usai bencana banjir pada Kamis 20 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Rumah-rumah warga di wilayah Pondidaha, Konawe, Sulawesi Tenggara masih terendam air usai bencana banjir pada Kamis 20 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Pusat Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antarariksa Nasional (LAPAN) Indah Prasasti menduga alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan pertambangan menjadi penyebab banjir di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

    Baca: Tambang Diduga Penyebab Banjir di Konawe, DPR: Cek Lagi Izinnya

    "Citra satelit menunjukkan ada alih fungsi lahan sejak 2013 hingga 2018, umumnya di sempadan sungai," kata Indah, dalam jumpa pers yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Graha BNPB, Jakarta, Jumat, 28 Juni 2019.

    Indah mengatakan karena alih fungsi terjadi di sempadan sungai, ketika terjadi banjir di area terbuka menjadi mudah terjadi erosi tanah. Erosi tanah tersebut kemudian menjadi endapan di sungai yang menyebabkan pendangkalan dan pada akhirnya terjadi penurunan volume sungai.

    "Karena daya tampung mengecil, maka aliran sungai menjadi melebar sehingga terjadi banjir," ujar Indah.

    Lebih jauh Indah mengatakan perubahan fungsi lahan yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara cukup signifikan. Akibatnya, banjir tidak hanya menggenangi permukiman, tetapi juga perkebunan.

    Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja mengatakan, perubahan pemanfaatan lahan di Kabupaten Konawe Utara menyebabkan tanah tidak bisa maksimal dalam menyerap air sehingga akhirnya terjadi banjir.

    Baca: Akan Ada PKH bagi Korban Banjir di Konawe Utara yang Jatuh Miskin

    Sebelumnya, banjir terjadi di Kabupaten Konawe Utara pada awal hingga pertengahan Juni 2019. Terdapat tujuh kecamatan yang terendam banjir dan menyebabkan 18.765 warga terdampak. Banjir menyebabkan 370 unit rumah hanyut dan 1.837 unit terendam air.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.