Dana LPDB, Bergulir Hingga Pelosok Negeri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • UMKM

    UMKM

    INFO BISNIS — Muslim adalah salah satu pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang perikanan di Banda Aceh yang sempat merasakan sulitnya memperoleh dana untuk meningkatkan usahanya. Lembaga perbankan, sulit ia gapai karena usaha mikro yang dirintisnya pascabencana tsunami Aceh ini belum menjalankan tertib administrasi keuangan. Apalagi, sektor perikanan yang dijalankannya di wilayah paling barat negeri ini, dianggap sebagai sektor yang berisiko besar oleh perbankan.

    Di tengah kesulitannya memperoleh modal tersebut, Muslim yang ketika itu menjalankan usaha penjualan lobster ke Kota Medan, ditawari untuk mengakses dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir–Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM). Muslim sangat tertarik karena imbal jasa yang murah, yakni hanya 5 persen per tahun, menurun. "Saya dengar, ada dana bergulir LPDB, bunganya ringan, jadilah saya ajukan proposal usaha ini ke Jakarta," ujarnya.

    Tak hanya itu, Muslim juga merasakan LPDB tidak hanya sekadar memberikan permodalan saja, namun juga pembinaan usaha. "LPDB buat saya sangat profesional. Tadinya kami tulis pembelian ikan di sobekan kardus rokok, sekarang sudah tertib administrasi, semua diketik menggunakan komputer," kata Muslim.

    Kini usahanya berkembang pesat. Muslim kini mampu mengekspor Tuna ke Malaysia, Singapura, bahkan ke Jepang. Nagata Tuna, perusahaan milik Muslim, sekarang tidak lagi dijauhi perbankan. Malah sebaliknya, bank-bank justru datang menawarkan permodalan ke kantornya yang terletak di Desa Punge Blang Cut.

    Nagata Tuna mendapatkan dana bergulir LPDB sebesar Rp 1 miliar dan memanfaatkannya untuk pembuatan air blast freezer (pembekuan ikan) kapasitas 4 ton dan cold storage (penyimpanan ikan) kapasitas 50 ton. Hasilnya, pada 2018, omzet Nagata Tuna mampu menembus angka Rp 5 miliar. Yang tak kalah penting, jika dulu Muslim hanya mempekerjakan dua pegawai saja, kini ia memiliki 10 pegawai ditambah 30 tenaga kerja lepas harian.

    Selain di ujung barat Indonesia, penyaluran LPDB juga menyentuh wilayah ujung terluar lain negeri ini. Salah satunya, di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Sebelumnya, total akumulasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM sejak 2008 hingga Desember 2018 di Provinsi NTT, sangat kecil, hanya Rp 112,1 miliar. Bahkan, penyaluran dana bergulir di Kabupaten Belu selama periode itu cuma Rp 300 juta.

    Namun, menurut Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto, pada 2019 ini diharapkan pemanfaatan dana bergulir di Kabupaten Belu bisa mencapai Rp 20 miliar. "Kalau dari 200 peserta (acara sosialisasi dan bimbingan teknis), sekitar 10 persen peserta bisa mendapatkan rata-rata Rp 1 miliar, jumlahnya bisa mencapai Rp 20 miliar. Ini yang menjadi harapan kita," ujar Krisdianto, akhir April 2019 lalu di Belu.

    LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM yang telah menyalurkan Rp 8,5 triliun kepada lebih dari 1 juta pelaku usaha di Indonesia. Pada 2019 target penyaluran LPDB sebesar Rp 1,5 triliun, yang akan disalurkan menggunakan skim konvensional Rp 975 miliar dan skim syariah Rp 525 miliar. Tarif yang dikenakan untuk program Nawacita (pertanian, perikanan, dan perkebunan) 4,5 persen per tahun menurun, Sektor Riil 5 persen, dan Simpan Pinjam 7 persen. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?