Kemendag: Masyarakat Lebih Suka Belanja di Minimarket

Reporter

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti, saat memberikan sambutan dalam acara Hari Pakai Produk Indonesia, di Sarinah, Jakarta, 10 Desember 2017. TEMPO/Kartika Anggraeni.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjahya Widayanti menilai masyarakat saat ini lebih senang berbelanja ke minimarket karena akses yang lebih dekat karena di sana juga menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Baca juga: Minimarket Bukan Lagi Sekadar Tempat Belanja

"Bahwa saat ini masyarakat lebih suka berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko swalayan yang berformat minimarket karena lokasinya lebih dekat dengan permukiman, lebih praktis karena tanpa harus mengelilingi area belanja yang luas untuk mencari barang yang ingin dibeli," kata Tjahya kepada Tempo, Kamis, 27 Juni 2019.

Menurut Tjahya, ketertarikan masyarakat terhadap minimarket ini tercermin dari data Nielsen bahwa konsumsi FMCG di ritel modern tumbuh sebesar 6,6 persen dengan rincian untuk format minimarket tumbuh sebesar 12,1 persen, sedangkan untuk format supermarket dan hypermarket tumbuh negatif sebesar 6,8 persen.

Nielsen merupakan lembaga bidang informasi global yang menganalisis perkembangan usaha ritel didasarkan pada hasil audit penjualan 58 kategori FMCG di ritel.

Tjahya menjelaskan, secara umum, konsumsi FMCG di ritel Indonesia selama April 2018 sampai April 2019 tumbuh positif sebesar 1,8 persen walaupun di bawah inflasi. Pertumbuhan tersebut lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar satu persen.

Konsumsi FMCG di ritel tradisional tumbuh negatif sebesar 1,6 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa masyarakat sudah banyak beralih berbelanja FMCG di ritel modern.

"Prospek bisnis ritel secara umum masih menunjukkan trend yang positif hal ini dapat terlihat dari perkembangan pertumbuhan konsumsi barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari," ujar Tjahya.

Tjahya mengungkapkan, produk kebutuhan sehari-hari masih merupakan jenis produk yang menjadi andalan penjualan ritel.

Untuk izin minimarket dan swalayan diterbitkan melalui Online Single Submission (OSS) dengan persetujuan pemenuhan komitmennya oleh PTSP Kab/Kota sampai dengan tanggal 30 Juni 2018. Posisi pertama ada Indomaret dengan 15.599 izin dan kedua Alfamart sebanyak 13.522 izin. Lalu diikuti Superindo dengan 160 dan keempat baru Giant sebanyak 147 izin.

EKO WAHYUDI






Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

1 hari lalu

Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

Zulkifli Hasan memastikan stok beras secara nasional aman dan stabilitas harga beras tetap terjaga


Mendag Usul Subsidi Rp 100 Triliun untuk Beli Hasil Panen Petani, Ekonom: Harus untuk Jangka Panjang

2 hari lalu

Mendag Usul Subsidi Rp 100 Triliun untuk Beli Hasil Panen Petani, Ekonom: Harus untuk Jangka Panjang

Faisal berujar, kebijakan subsidi seharusnya bukan semata dibuat oleh Kemendag, melainkan lintas kementerian.


Mendag Ingin Hasil Panen Petani Dibeli BUMN, Ekonom: Mesti Dibuat Sistem yang Jelas

2 hari lalu

Mendag Ingin Hasil Panen Petani Dibeli BUMN, Ekonom: Mesti Dibuat Sistem yang Jelas

Mohammad Faisal mengungkapkan rencana penyerapan seluruh hasil panen petani melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat dibutuhkan.


Kemendag: Oktober 2022, Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga

2 hari lalu

Kemendag: Oktober 2022, Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga

Kemendag menyatakam hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga.


Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

2 hari lalu

Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

Stranas Pencegahan Korupsi merekomendasikan pemerintah untuk melakukan review terhadap regulasi yang abu-abu soal imporasi produk hortikultura.


Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

3 hari lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Mendag Zulhas Perluas Pasar UKM ke Timur Tengah, Afrika hingga Eropa Timur

4 hari lalu

Mendag Zulhas Perluas Pasar UKM ke Timur Tengah, Afrika hingga Eropa Timur

Mendag Zulkifli Hasan menyiapkan 'jalan tol' agar produk usaha kecil dan menengah atau UKM dapat memasuki pasar internasional.


100 Hari Zulhas Jadi Mendag, Pedagang Pasar: Terlalu Banyak Pencitraan

6 hari lalu

100 Hari Zulhas Jadi Mendag, Pedagang Pasar: Terlalu Banyak Pencitraan

Seratus hari kerja Mendag, IKAPPI mengingatkan Zulhas agar tidak terlalu banyak pencitraan.


1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

7 hari lalu

1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

Ombudsman akan menerjunkan tim untuk sidak.


Aprindo Sebut BPDPKS Punya Utang Rp 300 Miliar ke Retail untuk Minyak Goreng Murah

7 hari lalu

Aprindo Sebut BPDPKS Punya Utang Rp 300 Miliar ke Retail untuk Minyak Goreng Murah

Utang itu berasal dari selisih harga keekonomian minyak goreng dengan harga jual. Pemerintah meminta peretail menjual minyak goreng murah.