Luhut Pandjaitan Ajak 21 Perusahaan Jepang Berinvestasi di RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Di hadapan pimpinan perusahaan di Jepang, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan pemerintah RI berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif.

    Baca juga: Tak Bahas Tiket, Luhut Pandjaitan Ungkap Pertemuan dengan Garuda

    “Kemudahan investasi Indonesia pasti lebih baik di masa lalu,” ujar Luhut dalam Indonesia Round Table Business Meeting, di Osaka, Jepang, dikutip dari laman setkab.go.id, Kamis, 27 Juni 2019.

    Hal tersebut diakuinya sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang terus berusaha memangkas birokrasi perizinan di Indonesia. "Jangan pernah ragu investasi di Indonesia dan [Presiden] tidak ingin para investor dipersulit dalam proses investasi," ujarnya.

    Luhut mengatakan ekonomi Indonesia saat ini tumbuh stabil dengan rata-rata 5 persen selama 5 tahun terakhir. Tak hanya itu, dia mengungkapkan kepastian hukum dalam investasi Indonesia sangat penting.

    Dia juga menyampaikan bahwa Jepang sangat konsisten menjadi partner Indonesia sehingga dia tidak ragu terhadap pengusaha Jepang untuk melakukan kerja sama di Indonesia.

    Dalam pertemuan tersebut, sebanyak 21 perusahaan Jepang turut hadir di antaranya Japan External Trade Organization (JETRO), Daihatsu Motor Co.Ltd., Honda Motor Co.Ltd., Marubeni Coorporation, Mitsubishi UFJ Financial Group, Mitsui, Nippon Steel, Sumitomo Corporation, Toyota Tsuho Corporation.

    Sedangkan delegasi Pemerintah Indonesia dihadiri Luhut Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.