Ombudsman: Perum Bulog Bisa Bangkrut, Kalau...

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kedua kanan) didampingi Menteri Perdagangan Enggar Lukito (kanan), Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (buwas) (ketiga kiri) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan peninjauan gudang beras milik Perum Bulog di divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Ombudsman bakal mengevaluasi peran dan eksistensi Perum Badan Urusan Logistik atau Bulog yang diduga kurang efektif beberapa waktu ke belakang. Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih menyatakan kekhawatirannya soal peran Bulog saat ini, khususnya sejak adanya program Bantuan Pangan Non Tunai.

BACA: Darmin Nasution Dukung Bulog Operasi Pasar hingga Desember

"Bisa-bisa kalau tidak ada perubahan kebijakan Perum Bulog akan bangkrut dan suatu saat bisa ditiadakan dalam peran mereka. Ombudsman sudah melihat gejala itu," ujar Alamsyah di Kantor Ombudsman, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019.

Permasalahan yang paling kentara, ujar Alamsyah, adalah menumpuknya stok beras Bulog di gudang dan sulit disalurkan sejak adanya program BPNT. Dulu, beras Bulog disalurkan ke masyarakat dengan adanya program pemberian beras sejahtera atau rastra.

"Dengan program BPNT itu mereka dikasih voucher dan mereka bisa beli langsung dari pasar. Sehingga stok pengadaan bulog, baik impor dan dari domestik itu stay di gudang terlalu lama," kata Alamsyah.

BACA: Bulog Tak Ditunjuk Langsung Pasok Beras BPNT, Apa Alasannya? 

Bila tidak kunjung disalurkan, lama kelamaan beras Bulog di gudang bisa busuk. Sementara, perseroan juga kerap mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyerap beras petani dalam rangka stabilisasi harga.

"Kalau terus-terusan stok masuk tapi tidak bisa disalurkan maka dari mana uang masuk? Kan kalau pengadaan uang keluar terus, lama kelamaan bisa bangkrut," ujar Alamsyah.

Oleh karena itu, seiring dengan evaluasi yang dilakukan Ombudsman, Alamsyah meminta pemerintah mengambil kebijakan untuk menangani persoalan itu. Pasalnya, kalau perkara itu ditunda-tunda penyelesaiannya, ujung-ujungnya stabilisasi harga pangan di dalam negeri juga bisa terancam.

Saat ini, Perum Bulog masih mengandalkan operasi pasar untuk mengurangi stok berasnya yang saat ini sudah hampir mencapai kapasitas maksimum gudangnya. Operasi pasar itu bakal mulai dilakukan lagi pekan depan setelah mereka setop beroperasi 31 Mei lalu.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Tri Wahyudi Saleh berujar penjajakan dan persiapan sudah dilakukan. Salah satu titiknya adalah di Pasar Induk Beras Cipinang. Setidaknya, perseroan menargetkan akan menggelontorkan beras sebanyak 5.000 ton per hari, dengan batas penyaluran beras harian sebanyak 15 ribu ton per hari.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mendukung perpanjangan operasi pasar hingga Desember 2019. Dia mengatakan langkah itu dilakuka untuk mencegah kerusakan beras bulog.

ANDI IBNU | DIAS PRASONGKO






Bulog Salurkan Beras Fortivit untuk Turunkan Stunting di Kalbar

1 hari lalu

Bulog Salurkan Beras Fortivit untuk Turunkan Stunting di Kalbar

Bantuan diberikan untuk 50 ibu hamil kurang energi kronik dan 30 balita rawan gizi.


Bulog Laksanakan Program Bulog Peduli Gizi

1 hari lalu

Bulog Laksanakan Program Bulog Peduli Gizi

Program Bulog Peduli Gizi akan terus berlangsung di berbagai daerah.


Warna-warni Beras Berikut Kandungan Nutrisinya

1 hari lalu

Warna-warni Beras Berikut Kandungan Nutrisinya

Warna pada beras ungu, dibuat dari olahan penambahan ekstrak pewarna alami. Meskiterdapat zat pewarna, namun produk beras ini tidak berefek negatif.


Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

2 hari lalu

Lagi, Polisi Gandeng Mahasiswa Bagi Bantuan Beras, Ringankan setelah Harga BBM Naik

Polsek Tanjung Duren membagikan bantuan beras kepada puluhan pengemudi bajaj yang ada di kawasan Jalan Kusuma I Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan.


1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

2 hari lalu

1.477 ton Impor Hortikultura Tertahan, Ombudsman Beri Kementan Waktu 5 Hari Lakukan Tindakan Korektif

Ombudsman akan menerjunkan tim untuk sidak.


Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

3 hari lalu

Produk Impor Berizin Ditahan Badan Karantina, Ombudsman: Kerugian Rp 3,2 Miliar

Ombudsman RI mencatat kerugian yang dialami importir produk hortikultura akibat Badan Karantina yang menahan produk impor sejak 4 September 2022.


Ombudsman Minta Kemendag Hapus DMO, Zulkifli Hasan: Enggak Bisa

4 hari lalu

Ombudsman Minta Kemendag Hapus DMO, Zulkifli Hasan: Enggak Bisa

Zulkifli Hasan menegaskan kementeriannya tak akan mengikuti rekomendasi Ombudsman RI untuk menghapus kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik atau DMO.


Harga Beras Naik, Zulkifli Hasan: Lebih Bagus Sekarang Dibanding Zaman Soeharto

4 hari lalu

Harga Beras Naik, Zulkifli Hasan: Lebih Bagus Sekarang Dibanding Zaman Soeharto

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim kenaikan harga beras hanya sebesar 0,9 persen selama 100 hari masa kerjanya.


Operasi Pasar Bulog Sepanjang Tahun Tembus 650 Ribu Ton

5 hari lalu

Operasi Pasar Bulog Sepanjang Tahun Tembus 650 Ribu Ton

Kegiatan Operasi Pasar atau Program KPSH yang dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.


PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

5 hari lalu

PT Food Station Tjipinang Jaya Kerja Sama Ekspor Beras ke Arab Saudi

PT Food Station Tjipinang Jaya sebelumnya telah bekerja sama dengan Al Raqeeb Universal Group untuk mengekspor beras merek Yasamin