Menjelang Putusan MK, Rupiah Diprediksi Berbalik Menguat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian menjelang sidang putusan sengketa pilpres yang akan digelar besok, Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian menjelang sidang putusan sengketa pilpres yang akan digelar besok, Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang sidang putusan MK (Mahkamah Konstitusi) hari ini, Rupiah diprediksi masih berpotensi kembali berbalik menguat dalam perdagangan. Rupiah diramalkan menguat seiring dengan kondisi pasar saham yang bergerak ke arah konsolidasi.

    Baca juga: Menjelang Sidang Putusan MK, Kadin Minta Pendukung Capres Tenang

    Analis PT Monex Investindo Futures Andian mengatakan, Rupiah memiliki fundamental yang cukup kuat sehingga masih berpotensi untuk berbalik ke zona hijau. Andian memprediksi rupiah akan bergerak cukup stabil di kisaran level Rp14.000 per dolar AS hingga Rp14.250 per dolar AS pada perdagangan Kamis 27 Juni 2019. 

    Sementara itu, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi rupiah diperdagangkan di level Rp14.120 per dolar AS hingga Rp14.230 per dolar AS pada perdagangan Kamis ini.

    Sebelumnya, Rupiah berakhir melemah pada penutupan perdagangan Rabu 26 Juni 2019. Kemarin, Rupiah gagal melanjutkan reli penguatannya yang telah terjadi selama 5 perdagangan terakhir.

    Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah pada level Rp14.178 per dolar AS, terdepresiasi 0,374 persen atau 53 poin melawan dolar AS. Sepanjang tahun berjalan, rupiah masih bergerak menguat 1,49 persen. Pelemahan itu seiring menipisnya harapan pelaku pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed.

    Baca juga: Rupiah Melemah Seiring Koreksi Mata Uang Asia

    Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu, mengatakan, pelemahan Rupiah dipicu para pejabat bank sentral AS yang memupuskan harapan para pelaku pasar dan menepis tekanan Presiden AS Donald Trump agar memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada pertemuannya bulan depan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!