Tak Bahas Tiket, Luhut Pandjaitan Ungkap Pertemuan dengan Garuda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seusai menggelar rapat bersama Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu petang, 13 Maret 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan memastikan pertemuan dengan Garuda Indonesia terkait dengan renegosiasi pembayaran sewa pesawat terhadap perusahaan lessor, bukan membahas soal harga tiket pesawat. 

    Baca juga: Luhut Pandjaitan: Garuda Setuju TBA Tiket Pesawat Turun 15 Persen

    Luhut mengatakan, Kementerian membantu Garuda untuk melakukan restrukturisasi pembayaran sewa pesawat dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) Aviation Leasing Co., Ltd. Perusahaan yang bertindak sebagai lessor tersebut diketahui merupakan anak usaha dari ICBC Financial Leasing Co., Ltd.

    "Garuda tadi kita bantu untuk restrukturisasi dari lessor-nya, ICBC Aviation. Jadi, pembayaran bunganya bisa lebih baik," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Selasa malam, 25 Juni 2019.

    Luhut mengaku tidak mengetahui asal muasal proses kontrak sewa pesawat Garuda, sehingga saat ini perlu direstrukturasi. 

    Pertemuan tersebut juga dibenarkan Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal. "[Pertemuan tadi] soal rapat leasing, B-to-B antara Garuda dan ICBC, itu saja."

    Namun, belum dapat dipastikan restrukturisasi leasing tersebut adalah perjanjian leasing dengan ICBC Ltd. yang dilakukan pada 2013 atau kerja sama lain.

    Berdasarkan catatan Bisnis, Kamis (3/10/2013), Garuda Indonesia menggandeng Industrial and ICBC Ltd. dalam pendanaan lima pesawat Boeing 777-300 ER, dan enam pesawat Airbus A320 dengan pola sale and lease back.

    Saat itu, Dirut Garuda yang dijabat oleh Emirsyah Satar mengatakan pengoperasian Boeing 777-300 ER merupakan merupakan bagian dari Quantum Leap 2011-2015 khususnya program pengembangan armada dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan jaringan penerbangan internasional.

    Kerja sama pendanaan pesawat terdiri dari lima unit Boeing 777-300ER untuk Garuda Indonesia dan enam unit Airbus A320 untuk Citilink, dengan total nilai kerja sama US$1,7 miliar.

    Lima pesawat Boeing 777-300ER tersebut diterima Garuda Indonesia pada Mei 2014 hingga September 2015. Adapun, enam Airbus A320 tersebut diterima Citilink pada Juni–Desember 2014.

    Baca berita Luhut Pandjaitan lainnya di Tempo.co

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.