Enggan Bahas Isu PHK, Bos Krakatau Steel Bicara Restrukturisasi

Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim dalam konferensi pers terkait operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Rosseno Aji

TEMPO.CO, JakartaDirektur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Silmy Karim tak berkomentar banyak soal kabar pemutusan hubungan kerja ribuan karyawan yang berhembus di masyarakat beberapa waktu belakangan. Ia malah menjelaskan kondisi dan rencana perseroan beberapa waktu ke depan.

Baca: Krakatau Steel Targetkan Restrukturisasi Utang Rampung Akhir Juni

Silmy berujar saat ini perseroan memang tengah melakukan restrukturisasi guna memperbaiki kinerja perusahaan. "Proses restrukturisasi sudah dimulai sejak Januari 2019," ujarnya melalui pesan singkat, Selasa, 25 Juni 2019. Proses tersebut ditargetkan berlangsung selama dua tahun ke depan.

Salah satu poin dari restrukturisasi yang direncanakan perseroan adalah merampingkan organisasi agar tidak birokratis dan lincah. Perampingan di tubuh Krakatau Steel juga direncanakan berlangsung dalam 12 bulan atau selambatnya 24 bulan ke depan.

"Saya lebih senang menyampaikannya dengan kata perampingan organisasi dan reposisi untuk optimalisasi kinerja, daripada kata PHK," kata Silmy.

Di samping itu, Silmy mengatakan perseroan juga bakal melakukan spin off atas unit atau pun divisi di perseroan. Sehingga, unit atau divisi yang mulanya cost center menjadi profit center. Rencana itu kini masih dalam tahap kajian. "Masih dikaji mana saja yang akan di-spin-off."

Selain itu, langkah restrukturisasi lainnya adalah menjual aset-aset non-core atau non-inti dan menggandeng kembali mitra-mitra strategis. Silmy mengatakan aset yang akan dijual adalah aset yang tidak berhubungan dengan bisnis utama perseroan yakni bisnis baja dan bisnis penunjang atas bisnis baja, seperti pelabuhan, industry estate, hingga air industri.

"Uangnya akan digunakan untuk mengurangi utang dan memperkuat permodalan Krakatau Steel," tutur Silmy. Sementara untuk mitra strategis, perseroan kini telah menggandengan beberapa perusahaan, yaitu Posco, Nippon Steel, dan Osaka Steel. Sedangkan untuk bisnis penunjang baja, perseroan sedang mencari mitra baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada 2018, perseroan mencatat kenaikan pendapatan bersih seiring dengan kenaikan jumlah volume penjualan. Pendapatan bersih perseroan naik 20,05 persen year on year menjadi US$ 1,73 miliar. Adapun volume penjualan meningkat 12,84 persen yakni sebesar 2,14 juta ton baja jika dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,90 juta ton.

Baca: Tekan Kerugian, Krakatau Steel Rampingkan Anak Usaha Tahun Ini

Adapun untuk kinerja keuangan, rugi bersih Krakatau Steel pada 2018 juga mengalami perbaikan sebesar 8,48 persen. Angka ini menurun menjadi US$ 74,82 juta dibanding dengan tahun sebelumnya mencapai US$ 81,74 juta.

HENDARTYO HANGGI






Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

50 menit lalu

Stafsus Sri Mulyani: Pemerintah Sengaja Kurangi Penarikan Utang Baru

Stafsus Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah mengambil sikap mengurangi penarikan utang baru untuk membiayai APBN.


Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

4 jam lalu

Erick Thohir Luncurkan 3 Inisiatif Pendanaan Baru untuk Startup, Ini Rinciannya

Erick Thohir menyataIakan inisiatif strategis ini berfokus pada 5 prioritas utama melalui program investasi dan partnership untuk startup Indonesia.


Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

7 jam lalu

Pemerintah Kantongi Rp 10,75 Triliun dari Lelang SUN Kemarin

Pemerintah kembali melaksanakan lelang SUN pada 27 September 2022 untuk tujuh seri, satu seri baru dan sisanya seri hasil pembukaan kembali.


Anindya Bakrie dan Erick Thohir Resmi Jadi Pemilik Klub Liga Inggris, Oxford United

15 jam lalu

Anindya Bakrie dan Erick Thohir Resmi Jadi Pemilik Klub Liga Inggris, Oxford United

Anindya Bakrie dan Erick Thohir, resmi menjadi pemilik klub Liga Inggris, Oxford United. Keduanya punya saham mayoritas 51 persen.


Pertamina Rombak Direksi Pertamina International Shipping

21 jam lalu

Pertamina Rombak Direksi Pertamina International Shipping

Perombakan subholding Pertamina itu berlangsung pada Selasa, 27 September 2022.


Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

21 jam lalu

Defisit APBN Tahun Depan 2,48 Persen, PKS Ingatkan Sri Mulyani soal Tumpukan Utang

Proyeksi defisit APBN ini lebih rendah dari rancangannya yang sebesar 2,85 persen.


Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Jika karena Masalah Keuangan Dampaknya Bisa Kemana-mana

1 hari lalu

Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Jika karena Masalah Keuangan Dampaknya Bisa Kemana-mana

Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan bahwa perusahaan telah menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Jumat, 23 September 2022.


Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Ada Duplikasi SDM Imbas Merger dengan Tri

1 hari lalu

Indosat PHK 300 Karyawan, Pakar: Ada Duplikasi SDM Imbas Merger dengan Tri

Heru melanjutkan, jika PHK di Indosat harus terjadi, perusahaan perlu memenuhi hak-hak karyawannya.


300 Karyawan Indosat Kena PHK, Pakar Singgung Jumlah Komisaris yang Berjibun

1 hari lalu

300 Karyawan Indosat Kena PHK, Pakar Singgung Jumlah Komisaris yang Berjibun

Indosat mengklaim lebih dari 95 persen karyawan yang terkena dampak pemangkasan telah menerima tawaran itu.


Aprindo Sebut BPDPKS Punya Utang Rp 300 Miliar ke Retail untuk Minyak Goreng Murah

1 hari lalu

Aprindo Sebut BPDPKS Punya Utang Rp 300 Miliar ke Retail untuk Minyak Goreng Murah

Utang itu berasal dari selisih harga keekonomian minyak goreng dengan harga jual. Pemerintah meminta peretail menjual minyak goreng murah.