Lowongan Kerja di Jepang Terbuka, Harus Ada Keterampilan Khusus?

(ki-ka) Menteri Tenaga Kerja, M Hanif Dhakiri dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Mr. Masafumi Ishii. Seusai menandatangi kesepakatan Memorandum of Cooperation (MoC) kerja sama di bidang penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang. TEMPO/Eko Wahyudi

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia yakin terbuka luasnya lowongan kerja di Jepang bisa dimanfaatkan oleh para tenaga kerja asal Indonesia. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Maruli A. Hasoloan menyebutkan tenaga kerja asal Indonesia bisa memanfaatkan peluang itu asalkan mengantongi kriteria keahlian yang dibutuhkan. 

Baca: Lowongan Terbuka, Jepang Butuh 350 Ribu Tenaga Kerja

Maruli yakin kesepakatan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang kemarin di bisa semakin mendorong para tenaga kerja asal Indonesia bekerja di negara sakura tersebut. Kerja sama di bidang penempatan tenaga kerja berketrampilan spesifik atau Spesified Skilled Worker (SSW) pada intinya bertujuan menciptakan SSW yang terbagi ke dalam empat kategori.

Pertama, mantan Technical Intern Trainee (TIT) di Indonesia atau calon pekerja migran Indonesia yang memiliki pengalaman magang  di Jepang dan pernah berangkat bekerja ke negara matahari terbit itu. Kedua, mantan TIT di Jepang atau calon pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan program magang di Jepang dan melanjutkan bekerja di Jepang.

"Ini yang menjadi prioritas, karena bekas TIT yang dilatih di Indonesia dan yang pernah magang di Jepang, karena sudah lama di sana dan bahasa Jepangnya sudah bagus. Skill-nya sudah bagus dan tidak usah tes lagi," kata Maruli di kantornya Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019.

Ketiga, calon pekerja migran Indonesia yang tidak memiliki pengalaman magang di Jepang dan berangkat bekerja ke Jepang dari Indonesia. "Yang terakhir student, calon pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan formal di Jepang dan melanjutkan bekerja di Jepang," ujar Maruli.

Maruli mengatakan, jumlah alumni TIT sangat besar. Jika dihitung dari yang lama ada 80 ribuan, "tetapi kita sudah menghitung ada 20 ribu pekerja yang sudah siap karena bahasa kan jadi itu" kata dia.

Untuk orang yang tertarik berangkat ke Jepang, menurut Maruli, harus kompeten dan bisa bahasa Jepang. Bahasa Jepang yang cukup rumit itu harus dikuasai minimum level N4.

Baca: Lowongan Kerja, Korea Selatan Butuh 6.578 Pekerja Indonesia

Maruli menerangkan, minat Jepang terhadap pekerja Indonesia tinggi sekali, kita disukai karena pekerja kita mempunyai sifat kerja keras, santun dan baik. "Lalu pemagangan yang di manufaktur lihat hasilnya pas kembali ada yang menjadi pengusaha jadi bagus," ujarnya.

EKO WAHYUDI | RR ARIYANI






Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

1 jam lalu

Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit.


978 Lowongan Kerja Dibuka di Bursa Kerja Kota Tangerang, Ada Posisi di BCA Multi Finance

6 jam lalu

978 Lowongan Kerja Dibuka di Bursa Kerja Kota Tangerang, Ada Posisi di BCA Multi Finance

Kota Tangerang membuka peluang kerja lewat bursa kerja virtual yang selenggarakan setiap bulan dalam upaya membantu para pencari kerja.


Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

1 hari lalu

Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

Ma'ruf Amin melaporkan sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan PM Jepang Fumio Kishida di Istana Akasaka, Senin, 26 September 2022.


Jepang Melepas Shinzo Abe dengan Bunga dan Kontroversi

1 hari lalu

Jepang Melepas Shinzo Abe dengan Bunga dan Kontroversi

Ribuan pelayat Shinzo Abe membanjiri tempat pemakaman sejak dini hari, memaksa penyelenggara untuk membuka aula setengah jam lebih awal.


Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

1 hari lalu

Wapres Ma'ruf Amin dan Pemimpin Dunia Hari Ini Ikuti Pemakaman Shinzo Abe

Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini akan mengikuti pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri Shinzo Abe yang tewas dibunuh.


Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

1 hari lalu

Diplomatnya Diusir Rusia, Jepang Protes Keras dan Siapkan Pembalasan

Tokyo mengajukan protes keras dan akan melakukan pembalasan karena diplomatnya diusir Rusia karena dianggap mata-mata


Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

1 hari lalu

Diduga Mata-mata, Konjen Jepang di Vladivostok Diusir Rusia

Pemerintah Rusia mengusir Konjen Jepang di Vladivostok, Motoki Tatsunori atas tuduhan spionase


Jepang Bersiap Gelar Pemakaman Shinzo Abe

1 hari lalu

Jepang Bersiap Gelar Pemakaman Shinzo Abe

Ratusan warga Jepang antre di jalan-jalan di luar Nippon Budokan Hall, lokasi pemakaman kenegaraan Shinzo Abe


Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

1 hari lalu

Terlalu Mahal, Acara Pemakaman Kenegaraan Shinzo Abe Jadi Kontroversi

Pemakaman Kenegaraan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah memicu reaksi publik sampai ada yang bakar diri sebagai bentuk protes.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

1 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.