Darmin Nasution: Toko Ritel Tutup Karena Persaingan Model Bisnis

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembeli mengantre di depan kasir seusai memborong barang belanjaan di Giant Ekspres, Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pembeli mengantre di depan kasir seusai memborong barang belanjaan di Giant Ekspres, Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad, 23 Juni 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tutupnya beberapa toko ritel, karena dipengaruhi persaingan model bisnis. Menurut dia, terdapat beberapa jenis bisnis model.

    Baca juga: Tutup 6 Gerai, Giant: Kami Sedang Melakukan Transformasi Bisnis

    "Ada model bisnis supermarket konvensional, ada model bisnis convenience store," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.

    Menurut Darmin, bisnis model yang saat ini bisa berkembang, yaitu supermarket tidak hanya mengandalkan keuntungan dari penjualan barang. "Itu model bisnis (mengandalkan penjualan barang), yang kita sudah tahu dari beberapa tahun lalu bahwa menekan bisnis supermarket konvensional. Apalagi nanti kalau sudah masuk digital," ujarnya.

    Kendati saat ini ada beberapa toko ritel yang tutup, kata Darmin, tidak akan banyak toko ritel yang tutup secara sekaligus. Dia melihat, memang ada beberapa merek tertentu yang mengalami kesulitan, tapi pasti ada beberapa merek yang naik secara nilai bisnis.

    "Bisa juga tetap ritel juga, tapi yang lain. Jadi di sini turun, mesti ada gantinya," kata Darmin.

    Sebelumnya, Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Hadrianus Wahyu Trikusumo menyebut perusahaan sedang melakukan transformasi bisnis. Sehingga, langkah tersebut berdampak pada beberapa toko Giant dan karyawan.

    Hadrianus membenarkan bahwa Giant akan menutup enam toko pada 28 Juli 2019. "Sangat dipahami perubahan ini akan berdampak pada beberapa karyawan, namun Giant berkomitmen untuk memperlakukan semua karyawan dengan adil dan respek," kata dia kepada Tempo melalui surat elektronik, Senin, 24 Juni 2019.

    Menurut dia, perusahaan akan bertindak sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Hadrianus juga memastikan, bahwa karyawan yang terkena dampak, menerima hak mereka sesuai dengan regulasi yang berlaku.

    Adapun enam gerai toko ritel Giant di Jabodetabek, yaitu Giant Express Mall Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Express Pondok Timur Tambun, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.