Cerita Sri Mulyani di London tentang Green Bond Indonesia

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui awak media usai menggelar open house di rumah dinas miliknya, Jalan Widya Chandra I, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat ditemui awak media usai menggelar open house di rumah dinas miliknya, Jalan Widya Chandra I, Jakarta Selatan, Rabu 5 Juni 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pola investasi green bond di Indonesia belum sepenuhnya berwawasan lingkungan. Pernyataan tersebut ia sampaikan kala menjadi panelis dalam seminar bertajuk ‘Sustainable Finance and Development in Emerging Markets: Challenges and Opportunities’ di London, Inggris, pada Selasa, 25 Juni.

    BACA: Sri Mulyani: BI Punya Banyak Ruang untuk Pangkas Suku Bunga Acuan

    “Dari preferensi pembeli dan dihubungkan dengan proyeknya, green bond Indonesia belum benar-benar menggambarkan sebagai green bond,” ujar Sri Mulyani melalui akun media sosial berbagi gambarnya, Instagram.

    Adapun green bond adalah instrumen efek yang bersifat utang berwawasan lingkungan. Dana hasil penerbitan green bond digunakan untuk membiayai sebagian atau seluruh kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan, yang juga disebut KULB.

    BACA: PPh Penjualan Rumah Mewah Dipangkas, Kapan Giliran Kapal Pesiar?

    Pembiayaan itu misalnya untuk sektor energi terbarukan, konservasi, pengendalian polusi. Lalu, transportasi berbasis ramah lingkungan dan aktivitas lainnya yang berwawasan hijau. Pelaksanaan green bond telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 04 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan.

    Menurut Sri Mulyani, di Indonesia, dari portofolio pembeli green bond, 21 persen investasi dimiliki oleh green investor. Sedangkan 79 persen sisanya dibeli investor reguler.

    Dalam seminar tersebut, Sri Mulyani bersanding dengan panelis lainnya. Di antaranya Perdana Menteri Georgia H.E. Mamuka Bakhtadze, Direktur Pelaksana, Prakarsa Kebijakan Global Lembaga Keuangan Internasional Sonja Gibbs, Bendahara Bank Dunia Jingdong Hua, Wakil Ketua Kebijakan Publik Bloomberg Mary L. Schapiro, mantan Menteri Keuangan Nigeria Zainab Shamsuna Ahmed, dan Kepala Pasar Negara Berkembang Amundi Asset Management Yerlan Syzdykov.

    Seminar bukan hanya merembuk soal pola investasi green bond, melainkan juga menyatakan bahwa pemerintah dan perusahaan swasta berkomitmen melanjutkan pembangunan. Pembangunan, ujar dia, dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara, maupun pembiayaan dengan pola green finance.

    Unggahan Sri Mulyani tentang kegiatannya di London disertai dengan tujuh foto dan tiga video, yang masing-masing berdurasi kurang dari 1 menit. Diapit tetamu panelis lain, Sri Mulyani tampak mengenakan terusan batik berwarna biru tua. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.