Kebakaran Pabrik Korek Api, Hanya 1 Korban Mendapat Santunan BPJS

Warga melihat liang kubur yang telah disiapkan untuk pemakaman korban kebakaran pabrik korek api gas (mancis) di perkuburan muslim, Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara, Ahad, 23 Juni 2019. Sebanyak 17 liang kubur telah disiapkan di perkuburan tersebut dan sebelumnya tujuh dari 30 jenazah korban kebakaran yang telah teridentifikasi sudah dikebumikan pada Sabtu (22/6) malam di tiga perkuburan muslim di Langkat. ANTARA/Irsan Mulyadi

TEMPO.CO, Medan - Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Krishna Syarif mendatangi pabrik korek api gas atau mancis milik PT Kiat Unggul di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo Dusun IV, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang terbakar pada Jumat siang, 21 Juni 2019 lalu.

BACA: Menaker Sebut Ada 6 Pelanggaran di Pabrik Korek Api yang Terbakar

Usai meninjau lokasi pabrik yang sudah diberi police line itu, Krishna didampingi Deputi Direktur Wilayah Sumbagut Umardin Lubis dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Binjai, TM Haris Sabri Sinar mengunjungi rumah duka ahli waris Gusliana. Kepada orang tua korban, Hasan Suheri dan Kiptiah, dia mengatakan, turut berduka dan mengajak mengambil hikmah dari musibah yang terjadi bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting.

"Selain kepedulian pengusaha, jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan rasa aman dan tenang para pekerja atas resiko sosial yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Inilah yang menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan untuk terus bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi," kata Krishna, Selasa, 25 Juni 2019.

BACA: Bantal Kesayangan untuk Anak Korban Kebakaran Pabrik Korek Api...

Pengusaha harus terbuka menginformasikan kepada BPJS Ketenagakerjaan terkait aktivitas usaha yang dilakukan. Mulai dari bentuk usaha, jumlah tenaga kerja hingga besaran upah yang dibayarkan supaya tidak ada kerugian yang dialami bila resiko sosial terjadi.

Seperti yang dialami Suheri dan Kiptiah, dua anaknya yaitu Sahmayanti dan Gusliana menjadi korban kebakaran. "Namun hanya Almarhumah Gusliana memiliki hak di BPJS Ketenagakerjaan sebagai peserta. Santunan yang diterima ahli warisnya sebesar Rp 150,4 juta," ucapnya.

Jumlah tersebut adalah total manfaat yang diterima dari empat program BPJS Ketenagakerjaan yaitu santunan Kematian akibat Kecelakaan Kerja berupa 48 x upah sesuai yang dilaporkan, santunan jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun yang dibayarkan secara lumpsum. Almarhumah Gusliana terdaftar sejak Oktober 2018, gajinya rata-rata Rp 500.000 sampai Rp 700.000 dipotong sebesar Rp 16.800 per bulan untuk iuran BPJS-nya.

Sementara untuk korban lain, statusnya pekerja harian lepas. Sesuai Peraturan Pemerintan Nomor 44 Tahun 2015 Pasal 27 disebutkan: pemberi kerja selain penyelenggara negara yang belum mendaftarkan pekerjanya ke dalam program BPJS maka bila terjadi resiko terhadap pekerjanya wajib memberikan hak pekerja sesuai atur tersebut.

"Untuk Almarhum Sahmayanti dan korban lainnya, perusahaan wajib membayar haknya. Sesuai ketentuan yang berlaku atau seperti yang diberikan BPJS. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu dan memberikan kemudahan sehingga pembayaran dilakukan dalam waktu yang cepat. Ini bukti bahwa negara hadir memberikan kepastian dan perlindungan kepada warganya,” katanya lagi.

Ditanya berapa jumlah pekerja PT Kiat Unggul yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, Krishna mengatakan, perusahaan ini memiliki beberapa pabrik di lokasi berbeda. Pabrik induknya berada di kawasan Diski, Kabupaten Deliserdang yang memiliki izin. Sementara pabrik lain yang berada di Desa Sambirejo yang terbakar kemarin, di Desa Pardamean, dan Desa Banyumas, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat tidak berizin.

"Dari semua pabrik itu, hanya 27 pekerja yang terdaftar di BPJS. Di pabrik yang terbakar, hanya Almarhumah Gusliana. Lainnya adalah pekerja harian lepas dan borongan," pungkas Krishna.

Kebakaran melanda pabrik diduga akibat ledakan tabung gas mancis. Api dengan cepat membakar satu rumah yang dijadikan pabrik, para korban yang bekerja dalam satu ruangan terjebak dan tak sempat menyelamatkan diri. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat, 30 orang dinyatakan tewas, terdiri dari 25 pekerja yang semuanya perempuan dan lima orang anak-anak. Sementara empat pekerja lain selamat karena meninggalkan pabrik untuk makan siang.






Kebakaran SMA Negeri Pebayuran Bekasi Telan Kerugian Rp 777 Juta

5 jam lalu

Kebakaran SMA Negeri Pebayuran Bekasi Telan Kerugian Rp 777 Juta

Kebakaran yang melanda SMA Negeri 1 Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat dapat dipadamkan dalam waktu satu jam berkat kesigapan petugas.


Pabrik Toyota di Rusia Tutup Akibat Masalah Rantai Pasokan

2 hari lalu

Pabrik Toyota di Rusia Tutup Akibat Masalah Rantai Pasokan

Toyota Motor Corp pada Jumat, September 2022 memutuskan untuk mengakhiri produksi kendaraan di Rusia karena gangguan pasokan komponen dan suku cadang utama.


Pekerja yang Tak Dapat BSU Bisa Lapor ke Pemerintah Kota Jakarta Barat

4 hari lalu

Pekerja yang Tak Dapat BSU Bisa Lapor ke Pemerintah Kota Jakarta Barat

Pemkot Jakbar membuka layanan pengaduan bagi para pekerja yang tidak mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU).


Penyebab kebakaran di Jakarta Tahun 2022, Listrik menjadi Penyebab Utama

6 hari lalu

Penyebab kebakaran di Jakarta Tahun 2022, Listrik menjadi Penyebab Utama

Jakarta selatan merupakan wilayah dengan kasus kebakaran terbanyak pada 2022.


Banyak Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, PLN: Utamakan Keselamatan

7 hari lalu

Banyak Kebakaran di Jakarta Akibat Korsleting Listrik, PLN: Utamakan Keselamatan

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya meminta masyarakat tertib memanfaatkan tenaga listrik demi menghindari kebakaran akibat korsleting.


Korsleting Panel Listrik Grand Indonesia, Petugas Damkar Sempat Kesulitan Karena Kepulan Asap Tebal

7 hari lalu

Korsleting Panel Listrik Grand Indonesia, Petugas Damkar Sempat Kesulitan Karena Kepulan Asap Tebal

Petugas damkar sempat kesulitan masuk ke ruangan panel listrik Grand Indonesia karena kepulan asap yang tebal.


Grand Indonesia Sebut Tidak Ada Kebakaran Hanya Kepulan Asap Karena Kendala Panel Listrik

7 hari lalu

Grand Indonesia Sebut Tidak Ada Kebakaran Hanya Kepulan Asap Karena Kendala Panel Listrik

Managemen Grand Indonesia menyampaikan ada kendala pada panel listrik yang menyebabkan kepulan asap dan bukan kebakaran.


Kebakaran Grand Indonesia Diduga Karena Korsleting Panel Listrik

7 hari lalu

Kebakaran Grand Indonesia Diduga Karena Korsleting Panel Listrik

Kebakaran terjadi di Mall Grand Indonesia siang tadi. Sumber kebakaran berasal dari panel listrik di Lantai 10 mall bagian barat.


Grand Indonesia Tutup Sementara West Mall Setelah Kebakaran Panel Listrik

8 hari lalu

Grand Indonesia Tutup Sementara West Mall Setelah Kebakaran Panel Listrik

Manajemen memastikan semua pengunjung dan pengelola gerai di West Mall Grand Indonesia sudah dievakuasi.


64 RW di Jakarta Risiko Tinggi Terjadi Kebakaran

9 hari lalu

64 RW di Jakarta Risiko Tinggi Terjadi Kebakaran

Dinas Gulkarmat DKI menyebut ada 400 RW yang masuk kategori sedang dan rendah terjadi kebakaran.