Diminta Jokowi Bangun Hotel di 3 Tempat Wisata, Tahir: Insyaallah

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir saat menjadi narasumber dalam acara The Founders bertajuk

    Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir saat menjadi narasumber dalam acara The Founders bertajuk "How To Be A Good Entrepreneur" di Gedung TEMPO, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi kemarin mengundang sejumlah pengusaha nasional ke Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas pembangunan hotel di sejumlah tempat wisata seperti Mandalika (Nusa Tenggara Barat/NTB), Danau Toba (Sumatra Utara) hingga Borobudur (Jawa Tengah).

    Baca: Temui Jokowi, Ini Lima Saran Bank Dunia untuk Ekonomi Indonesia

    Sejumlah pengusaha yang datang ke Istana antara lain Dato' Sri Tahir (bos grup Mayapada), Chairul Tanjung (bos grup Trans Corp), Haryadi Sukamdani (bos grup Sahid), Budi Hartono (bos grup Djarum), Hary Tanoesoedibjo (bos grup MNC) dan lain-lain. Selain itu, hadir pula Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Abdulbar Mansoer.

    Ditemui seusai pertemuan, Tahir mengatakan pihaknya berencana membangun hotel di NTB. "Amanat Presiden dijalankan," kata Tahir yang mengatakan Mayapada telah membangun hotel di Bali, Surabaya dan Batam sebelumnya.

    Tahir mengatakan pembangunan hotel membutuhkan 6 bulan perencanaan. Tahir mengaku belum dapat memastikan apakah pembangunan hotel itu akan dilakukan pada 2019. "Insyaallah," katanya.

    Seperti diketahui, pemerintah menargetkan dapat menggelar kompetisi balap motor dunia, MotoGP di Mandalika, Lombok, NTB pada 2021. Tahir mengatakan dirinya mengingatkan Direktur Utama ITDC bahwa pergelaran balapan seperti itu mengalami kerugian di seluruh dunia dan menjadi beban pemerintah.

    Dengan kata lain, pemerintah perlu mengembangkan bisnis lain selain penyelenggaraan MotoGP, salah satunya adalah bisnis pariwisata. Di samping hotel, bisnis lain yang perlu dikembangkan adalah MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran).

    Dalam membahas peluang investasi, terutama akomodasi, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Provinsi NTB itu pula, Jokowi meminta para pengusaha ikut menambah pembangunan hotel. Hingga kini baru ada 3 unit hotel di daerah itu.

    Pemilik Sahid Group, Hariyadi Sukamdani menyebutkan, dengan adanya rencana MotoGP dan juga F1 serta rencana Jokowi melakukan pembicaraan Sabtu (pekan ini) di Osaka. "Dengan pemegang right-nya F1. Karena kekurangan dari hotel, mereka minta kita-kita pengusaha ini hotel dan properti untuk investasi,” kata Hariyadi..

    Menurut Hariyadi, persoalan di KEK Mandalika salah satunya adalah minimnya atraksi sehingga cukup sulit untuk menarik wisatawan mancanegara yang banyak ke kawasan itu. Meskipun, ada rencana gelaran MotoGP pada 2021, dia menilai sifatnya hanya musiman.

    Baca: KTT ASEAN, Jokowi Dorong Kerja Sama Sektor Maritim

    “Memang harus didorong semuanya, karena memang harus. Enggak bisa hanya dibiarin gitu aja. Harus ada atraksinya. Apalagi Lombok culture-nya kurang begitu kayak Bali. Jadi memang harus di dorong,” ujar Hariyadi usai bertemu dengan Presiden Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.