Jokowi Ajak Crazy Rich Indonesia untuk Bangun Hotel di Mandalika

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Instagram/@jokowi

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Instagram/@jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak para konglomerat untuk membangun hotel di sejumlah tempat wisata. Beberapa tempat wisata yang dimaksud adalah Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Danau Toba di Sumatera Utara hingga Borobudur di Jawa Tengah.

    Baca: Temui Jokowi, Ini Lima Saran Bank Dunia untuk Ekonomi Indonesia

    Hal ini disampaikan Jokowi saat mengundang sejumlah pengusaha nasional ke Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Sejumlah pengusaha yang datang ke Istana antara lain adalah Dato' Sri Tahir (bos grup Mayapada), Chairul Tanjung (bos grup Trans Corp), Haryadi Sukamdani (bos grup Sahid), Budi Hartono (bos grup Djarum), Hary Tanoesoedibjo (bos grup MNC) dan lain-lain.

    "Beliau Presiden) minta supaya para pengusaha hotel ini bisa membuka hotel di 10 lokasi (pariwisata) baru, khususnya NTB," ujar Tahir di Istana Kepresidenan, Selasa, 25 Juni 2019. Di samping itu, hadir pula Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Center (ITDC) Abdulbar Mansoer. 

    Tahir menjelaskan, kawasan ekonomi khusus Mandalika di NTB ditawarkan untuk dibangun karena pemerintah daerah NTB sudah mempersiapkan segala infrastruktur terkait. "Airport akan diperbesar begitu. Jadi Bapak Presiden minta partisipasi para pengusaha hotel untuk segera buka hotel supaya ramai," kata Tahir.

    Sebelumnya pemerintah menargetkan dapat menggelar kompetisi balap motor dunia, MotoGP di Mandalika, Lombok, NTB pada 2021. Tahir mengatakan dirinya mengingatkan Direktur Utama ITDC bahwa pergelaran balapan seperti itu mengalami kerugian di seluruh dunia dan menjadi beban pemerintah.

    Dengan kata lain, pemerintah perlu mengembangkan bisnis lain selain penyelenggaraan MotoGP, salah satunya adalah bisnis pariwisata. Di samping hotel, bisnis lain yang perlu dikembangkan adalah MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran).

    Baca: 4 Kritik Faisal Basri Sebelum Dukung Jokowi

    "Saya pikir bukan GP-nya yang menarik, tapi adalah tourism (pariwisata) yang menarik. Jadi jangan hanya (Moto) GP. GP itu kan setahun sekali. Satu hari, sisanya 360 hari ngapain? Apa yang kita lakukan? Kalau bikin hotel secara ekonomi kan bisa create market. Dari 20 hotel dibangun ada market sendiri. Dan hotel itu sendiri menarik turis," kata Tahir usai bertemu dengan Jokowi.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.