Riset UI: Go-Jek Kontribusi Rp 2,15 T bagi Ekonomi Kota Bandung

Pengemudi Go-Jek mengantre saat mereka menunggu pesanan mereka di warung kopi di Pasar Santa di Jakarta, 13 Juli 2017. Go-Jek, layanan sepeda motor yang menawarkan beragam jasa semuanya dari antar makanan, bahan makanan, jasa membersihkan rumah dan penata melalui aplikasi ponsel pintar. REUTERS/Beawiharta

TEMPO.CO, Bandung - Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mencatat kontribusi mitra Go-Jek terhadap perekonomian Kota Bandung sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 2,15 triliun.

Baca: Tarif Baru Ojek Online Akan Diberlakukan Bertahap se-Indonesia

Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi CK Walandouw, menyebutkan perhitungan tersebut didapat dari selisih pendapatan mitra Go-Jek sebelum hingga setelah bergabung dengan Go-Jek.

“Kontribusi yang semakin besar dari Go-Jek menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya ke perekonomian daerah,” kata Paksi saat mempresentasikan hasil riset bertajuk Dampak Sosial Ekonomi Go-Jek Indonesia di Ibis Style Braga, Kota Bandung, Selasa, 25 Juni 2019.

Perhitungan itu mencakup mitra dari empat layanan Go-Jek, yakni Go-Ride (Rp 537 miliar), Go-Car (Rp 111 miliar) , Go-Food (Rp 1,5 triliun), dan Go-Life (46 miliar). Saat ini mitra UMKM di Kota Bandung yang tergabung dalam Go-Food sebesar 23.105 UMKM. 

Sementara untuk kontribusi mitra Go-Jek terhadap perekonomian nasional mencapai Rp 44,2 triliun. “Untuk Kota Bandung yang terkenal dengan kota kuliner, angka tersebut sangat besar, sehingga dapat membantu mempercepat perekonomian pelaku UMKM,” kata Paksi.

Menurut Paksi, sekitar 76 persen mitra UMKM di Kota Bandung mengalami kenaikan volume transaksi dengan rata-rata peningkatan omzet sebesar Rp 5,3 juta per bulan. Sementara itu, Go-Ride juga menyumbang Rp 537 miliar dari mitra Go-Jek yang hampir menyentuh angka 100 ribu mitra pengemudi. 

“Rata-rata pendapatan pengemudi Go-Ride per bulan sebesar Rp 3,4 juta, lebih besar dari UMK Kota Bandung Rp 3,1 juta,” kata Paksi.

Riset ini dilakukan di Kota Bandung dengan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka dengan responden dipilih dengan pencuplikan acak sederhana dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir.

Baca: Soal Diskon Tarif Ojek Online, Go-Jek Sebut Ini Konsekuensinya

Adapun responden yang digunakan dalam riset terkait layanan Go-Jek ini dilakukan pada 385 mitra Go-Ride, 50 responden Mitra Go-Car, 100 mitra Go-Food dan 80 mitra Go-Life. 

BISNIS






Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

19 jam lalu

Asosiasi Sebut Kemenhub Cuci Tangan Soal Masalah Tarif Ojol dan Taksi Online

Kemenhub mengatakan belum menerima laporan dari perwakilan ojol soal aplikator yang melanggar aturan tarif.


Pengemudi Laporkan Aplikator Pelanggar Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Laporan

1 hari lalu

Pengemudi Laporkan Aplikator Pelanggar Tarif Ojol, Kemenhub: Belum Ada Laporan

Jika laporan soal keluhan para pengemudi ojol itu masuk, Kemenhub akan segera meneruskannya ke Kominfo.


Dapat BLT Rp 1,2 Juta, Driver Ojek Online: Ibarat Obat Pereda Nyeri

1 hari lalu

Dapat BLT Rp 1,2 Juta, Driver Ojek Online: Ibarat Obat Pereda Nyeri

Dia khawatir pemberian BLT UMKM ke driver ojek online itu dimanfaatkan oleh pihak aplikator untuk menekan biaya perusahaan dan kemudian lepas tangan.


Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

2 hari lalu

Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

Selain pengemudi ojol, nelayan juga turut menjadi sasaran penerima bansos berupa BLT UMKM yang akan cair mulai bulan Oktober mendatang.


RUU Transportasi Daring Tak Masuk Prolegnas, Pengemudi Angkutan Online Bersurat ke DPR

5 hari lalu

RUU Transportasi Daring Tak Masuk Prolegnas, Pengemudi Angkutan Online Bersurat ke DPR

Kado berharap pertemuan pengemudi dengan DPR pada 28 September besok bisa menghasilkan kesepakatan.


Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

5 hari lalu

Pengemudi Ojek Online Desak Jokowi Turun Tangan Atasi Masalah Dugaan Pelanggaran Aplikator

Sejumlah aplikator, menurut pengemudi ojek online, telah memotong komisi di atas 15 persen.


Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

6 hari lalu

Nasib Mengenaskan Pengemudi Ojol: Kenaikan Tarif Tak Terasa, Kian Terhimpit Potongan Komisi

Para pengemudi ojol mengeluhkan kenaikan tarif sejak pekan lalu yang tak dirasakan. Sedangkan potongan komisi atau biaya aplikasi malah kian besar.


Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

7 hari lalu

Potongan Komisi oleh Aplikator Ojol Masih Tinggi, Pengemudi: Bukti Pemerintah Tak Berdaya

Keengganan perusahaan aplikator ojol untuk menurunkan biaya komisi dinilai menunjukan sikap yang arogan terhadap aturan pemerintah.


Terpopuler Bisnis: Penjelasan Kemenkeu Soal Bansos BBM, Tugas Lembaga Perlindungan Data Pribadi

7 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Penjelasan Kemenkeu Soal Bansos BBM, Tugas Lembaga Perlindungan Data Pribadi

Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Selasa, 20 September 2022 tentang penjelasan Kemenkeu soal bansos BBM yang tak diterima driver ojol.


Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

7 hari lalu

Aplikator Ojol Masih Langgar Aturan Biaya Komisi, SPAI: Potongan sampai 30 Persen

Lily Pujiati mengatakan hingga saat ini aplikator ojek online atau ojol masih memberlakukan potongan atau biaya komisi sebanyak 20 sampai 30 persen.