Darmin Nasution Dukung Bulog Operasi Pasar hingga Desember

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, (tengah) melihat salah satu beras bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Gudang Perum Bulog divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. Peninjauan tersebut guna mengecek langsung ketersediaan pasokan beras di gudang tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, (tengah) melihat salah satu beras bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Kanan) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Gudang Perum Bulog divre DKI Jakarta-Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 10 Januari 2019. Peninjauan tersebut guna mengecek langsung ketersediaan pasokan beras di gudang tersebut. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendukung rencana Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk memperpanjang operasi pasar hingga Desember 2019. Dia mengatakan hal ini dilakukan untuk mencegah stok beras Bulog yang masih banyak bisa rusak.

    Baca: Beras Bulog Menumpuk, Darmin: Bisa untuk Bantuan Pangan Non Tunai

    "Nah oleh karena itu dia harus memperbanyak operasi pasar termasuk juga sebenarnya untuk beras sejahtera yang bukan non tunai, dengan non tunai kan bukan beras tapi uang," kata Darmin ditemui usai mengikuti rapat Badan Anggaran DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 25 Juni 2019.

    Darmin mengatakan saat ini Bulog masih memiliki stok beras sebanyak 2,2 juta ton. Kendati demikian, stok tersebut paling banyak berasal dari impor yang dilakukan tahun lalu. Karena itu, jika beras tersebut terlalu lama disimpan dalam waktu 6 bulan hingga satu tahun bisa merusak.

    Sebelumnya, Bulog menyatakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui operasi pasar beras medium akan diperpanjang hingga akhir Desember 2019. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan keputusan untuk memperpanjang dilakukan demi stabilisasi harga pangan khususnya beras.

    Tri Wahyudi mengatakan keputusan ini adalah hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian. "Diperpanjang, seharusnya berhenti pada 31 Mei. Kami perpanjang sampai Desember 2019," kata Tri seperti dikutip dari kantor berita Antara, Selasa 26 Juni 2019.

    Tri menjelaskan program KPSH beras medium dari Bulog telah dimulai sejak September 2018 dan berakhir pada 31 Mei 2019. Dalam melanjutkan program stabilisasi harga ini, Bulog menargetkan menggelontorkan 1,48 juta ton beras sampai akhir Desember.

    Adapun, hingga akhir Mei 2019, Bulog telah menyalurkan 225.000 ton beras untuk operasi pasar dan 2.000 ton untuk bantuan bencana alam. Jika dibandingkan dengan periode 2018, Bulog hanya menyalurkan 554.000 ton beras.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.