Harga Ayam Anjlok, Menteri Darmin: Pasar Belum Efisien

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina saat berbincang dengan Joni salah satu pedagang ayam dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 29 Mei 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina saat berbincang dengan Joni salah satu pedagang ayam dalam kegiatan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 29 Mei 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ikut berkomentar mengenai anjloknya harga ayam yang dilaporkan di sejumlah lokasi. Dia mengatakan anjloknya harga ayam di beberapa lokasi terjadi karena masih belum efektifnya kondisi pasar komoditas.

    BACA: Harga Ayam di Berbagai Kota Anjlok, Bagaimana di Bojonegoro?

    "Sehingga pasar kita itu mungkin relatif belum terlalu efisien. Tapi tidak kemudian terus-terusan, ada kadang kadang," kata Darmin ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa 25 Juni 2019.

    Sebelumnya, harga ayam yang anjlok di level peternak dilaporkan terjadi di daerah Solo, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibat harga ayam yang anjlok, membuat para peternak di Solo pun mengobral ayamnya di pinggir jalan. Dengan menjual ayam langsung ke konsumen diharapkan peternak bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi.

    BACA: Harga Anjlok, Peternak Obral Ayam di Pinggir Jalan

    Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta atau Apayo pun telah menggelar aksi membagikan tak kurang 5.800 ekor ayam. Pembagian gratis ini sebagai bentuk protes anjloknya harga ayam yang dialami peternak sejak September 2018 hingga Juni 2019. Aksi itu merupakan bentuk seruan pada pemerintah jika harga ayam potong telah membuat peternak dalam kondisi sekarat dan nyaris bangkrut. 

    Darmin melanjutkan, kondisi harga yang anjlok terhadap bahan pangan seperti ayam adalah hal yang wajar. Kondisi demikian juga sering terjadi pada komoditas lain, seperti cabai. "Yang namanya pedagang itu ilmunya banyak ya kan. tapi dia tidak bisa lakukan itu terus menerus, paling paling ada sekali waktu," kata Darmin.

    Darmin menuturkan, kondisi anjloknya harga pangan ayam terjadi dalam kurun waktu sementara. Karena itu ia meminta, anjloknya harga ayam tidak dijadikan sebagai patokan kondisi pasar secara umum terkait harga ayam di Indonesia.

    Meski demikian, kata Darmin dirinya belum mengetahui apa penyebab, anjloknya harga ayam di sejumlah lokasi di Indonesia. Dia mengatakan, pemerintah memerlukan waktu untuk mengecek kondisi tersebut. "Nanti kami cek dulu ya," kata Darmin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.