Batam Menolak Impor Plastik Bekas, Sebab..

Reporter

Ilustrasi Sampah Plastik. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menolak impor plastik bekas untuk dijadikan bahan baku industri di sana, karena dikhawatirkan dapat merusak lingkungan daerah setempat.

BACA: Bandara Changi Padat, 3 Pesawat Mendarat Sementara di Batam

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, IP di Batam, mengatakan pemkot tegas dalam menerapkan aturan mengenai pengelolan limbah, demi kelestarian lingkungan. Karenanya, pemkot meminta pemerintah mengevaluasi pemberian izin impor plastik. "Ada yang mengajukan bahan baku impor, kami tolak," kata IP, Selasa, 25 Juni 2019.

Aparat Bea Cukai menemukan impor limbah plastik ke Batam yang diindikasikan menyalahi aturan.
Secara fisik, dalam kontainer membuat limbah itu nampak berbagai barang bekas, seperti drum, ember, pipa dan berbagai benda terbuat dari plastik lainnya.

Importir beralasan, kontainer itu berisi bahan baku untuk industri yang berkembang di sana. "Bagi kami tidak masalah yang menggunakan biji plastik, tapi yang menjadi masalah adalah sampah plastik," kata dia.

BACA: Ingin Batam Saingi Singapura, JK Panggil Bos Pelindo II

Sementara itu, Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe B Kota Batam, Susila Brata mengatakan hasil pemeriksaan 65 kontainer yang diduga berisi limbah sudah diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup.

"Hasil lab sudah keluar, tapi kami hanya boleh menyampaikan ke KLH. kami sudah menyampaikan, nanti kita tunggu," kata dia. Hasil dari laboraturium itu akan disimpulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Apa pun yang diputuskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup nantinya, wajib untuk ditindak lanjuti bersama, baik dari sisi importir, maupun bea cukai yang melakukan pemeriksaan terhadap kontainer.

Saat ini, 65 kontainer impor yang diduga berisi limbah masih berada di Pelabuhan Batuampar, sejak tiba di Batam, sekitar 2 pekan lalu. "Masih disegel, supaya tidak ada pergantian barang. Tidak ada tindakan hukum lain yang menyalahi aturan," kata dia.






Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

15 jam lalu

Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

Stranas Pencegahan Korupsi merekomendasikan pemerintah untuk melakukan review terhadap regulasi yang abu-abu soal imporasi produk hortikultura.


Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

1 hari lalu

Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

Kementan menyatakan 1.619 ton produk hortikultura telah melalui serangkaian tindakan karantina, serta dipastikan sehat dan aman.


Fluktuasi Harga Kedelai, Badan Pangan: Saat Ini Sangat Tergantung Impor

2 hari lalu

Fluktuasi Harga Kedelai, Badan Pangan: Saat Ini Sangat Tergantung Impor

Badan Pangan Nasional (Bapanas) angkat suara perihal meroketnya harga kedelai di tingkat perajin tahu tempe yang mencapai Rp13.000 per kilogram (kg).


Pelat Nomor Hijau Berlaku di Batam, Buat Kendaraan Apa?

2 hari lalu

Pelat Nomor Hijau Berlaku di Batam, Buat Kendaraan Apa?

Selain pelat putih, Polda Kepulauan Riau juga memberlakukan pelat nomor dengan warna dasar hijau tulisan hitam.


Memilih Air Minum yang Baik untuk Kesehatan

2 hari lalu

Memilih Air Minum yang Baik untuk Kesehatan

Ketahui seperti apa air yang layak konsumsi dan baik untuk kesehatan. Sebab 70 persen tubuh kita adalah air.


Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

2 hari lalu

Komponen Mobil Listrik Masih Impor, Moeldoko Minta BRIN Kembangkan Produk Lokal

Ketua Periklindo Moeldoko mengatakan komponen impor membuat produksi dan harga mobil listrik menjadi mahal. BRIN sedang melakukan riset.


Uji Coba Tilang Elektronik di Batam, 66 Ribu Pelanggaran Tertangkap Kamera ETLE

4 hari lalu

Uji Coba Tilang Elektronik di Batam, 66 Ribu Pelanggaran Tertangkap Kamera ETLE

Polda Kepulauan Riau telah melakukan uji coba tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Batam selama lima hari.


Sensasi Mengitari Jembatan Barelang di Atas Kapal Pancung

4 hari lalu

Sensasi Mengitari Jembatan Barelang di Atas Kapal Pancung

Belakangan atraksi berkeliling menggunakan kapal di Jembatan Barelang mulai banyak dinikmati wisatawan.


Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Tanker Diduga Selundupkan 600.000 Liter Solar

4 hari lalu

Bea Cukai Batam Tangkap Kapal Tanker Diduga Selundupkan 600.000 Liter Solar

Bea Cukai Batam mengamankan satu unit Kapal Tanker MT Zakira diduga menyeludupkan 600.000 liter minyak solar High Speed Diesel (HSD).


Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

5 hari lalu

Jokowi Kesal Kekayaan Aspal di Buton Melimpah, tapi Malah Impor 5 Juta Ton per Tahun

"Di sini (Buton) produksi malah tidak dijalankan, impor (aspal) terus," kata Jokowi dalam tayangan yang disiarkan Sekretariat Presiden.