Dongkrak Perdagangan, BNI Tokyo Salurkan Pembiayaan Ekspor

Reporter

Editor

Rahma Tri

GM BNI Kantor Cabang Luar Negeri New York Aidil Azhar (kiri) dan CEO Crystal Cove Seafood James Salierno (tengah) menandatangani Perjanjian Kredit untuk meningkatkan volume impor seafood ke AS dari Indonesia. Penandatanganan ini disaksikan oleh Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo.

TEMPO.CO, Osaka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. cabang Tokyo berupaya mendorong peningkatan transaksi perdagangan Indonesia-Jepang, khususnya ekspor ke Negeri Sakura tersebut. Karena itu, BNI Tokyo akan memberikan fasilitas pembiayaan  dari Indonesia ke Jepang.

Baca juga: Ekspor Impor Melemah, BI: Ekonomi Kuartal II Cenderung Stagnan

Deputy General Manager BNI Tokyo Muhamad Emil Azhary mengatakan, pembiayaan perdagangan atau ekspor Indonesia ke Jepang adalah salah satu cara untuk meningkatkan devisa negara.

“Banyak peluang di sini [Jepang]. Kami memiliki debitur yang impor bahan makanan dan buah-buahan segar dari Indonesia ke Jepang. Buah segar bisa luar biasa [margin]. Kalau kualitas sudah terpenuhi, harga [buah segar] bisa tinggi. Harga melon bisa sampai 30.000 yen per buah [Rp3,9 juta],” ujarnya saat meninjau stan BNI di Balai Kota Osaka, Jepang, Selasa 25 Juni 2019.

BNI Tokyo ikut berpartisipasi dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Osaka, Jepang pada 26 Juni 2019. Forum Bisnis Indonesia–Jepang merupakan rangkaian dari kegiatan KTT G20. 

G-20 merupakan kelompok yang terdiri atas 19 negara dengan perekonomian besar dan ditambah dengan Uni Eropa. KTT G-20 ke-14 di Osaka akan digelar pada 28—29 Juni 2019.

Emil menjelaskan, sebagai satu-satunya bank milik Indonesia yang beroperasi di Jepang, BNI Tokyo memberikan layanan pembiayaan perdagangan hingga pendanaan ke beberapa perusahaan Jepang yang mengimpor produk dari Indonesia untuk dipasarkan di Jepang. Beberapa produk dari Tanah Air memiliki pasar potensial di Jepang, seperti buah-bahan segar.

Selain mendukung perdagangan, BNI Tokyo juga mendorong peningkatan investasi Indonesia—Jepang. BNI Tokyo juga sering menjadi sumber informasi dan konsultasi terkait dengan potensi investasi di Indonesia bagi entitas Jepang.

Baca juga: Non Migas Positif, Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus USD 0,21 M

BNI di Indonesi memiliki unit Japan Desk yang salah satu fungsi utamanya untuk menjembatani kebutuhan layanan keuangan bagi perusahaan Jepang yang telah atau ingin berekspansi ke Indonesia.

Sebagai kantor cabang, BNI Tokyo dapat memberikan berbagai layanan jasa dan produk perbankan, termasuk pembiayaan ekspor. Hingga saat ini, aset BNI Tokyo telah mencapai sekitar US$800 juta yang didukung oleh penyaluran kredit hingga lebih dari US$470 juta. BNI Tokyo telah membuka subcabang di Osaka sejak awal 2013.

BISNIS

 





Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

5 jam lalu

Luhut: Sektor Kelautan dan Perikanan RI Harus Masuk 5 Besar Ekspor Dunia

Luhut mengatakan laut Indonesia yang seluas 6,4 juta kilometer persegi dan berada di posisi geostrategis sangat menguntungkan.


Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

6 jam lalu

Indonesia - Jepang Sepakati Kontrak Dagang Cangkang Kernel Kelapa Sawit Senilai USD 138,2 Dolar

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil komoditas cangkang kernel kelapa sawit.


Resesi Ekonomi Global, Apindo Ingatkan Kinerja Ekspor Indonesia Bakal Merosot

10 jam lalu

Resesi Ekonomi Global, Apindo Ingatkan Kinerja Ekspor Indonesia Bakal Merosot

Kalangan pengusaha tengah mempersiapkan perusahaan-perusahaannya menghadapi dampak resesi ekonomi global.


Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

11 jam lalu

Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah.


Resesi Global Kian Dekat, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

1 hari lalu

Resesi Global Kian Dekat, Bagaimana Dampaknya ke Indonesia?

Ekonom senior Center Of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menjelaskan masih ada kemungkinan Indonesia terkena dampak dari resesi global.


Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Indef Beberkan Sektor yang Akan Paling Terpukul

Indef memperkirakan jika ancaman resesi global tahun 2023 sektor industri yang akan luar biasa tertekan adalah yang bahan bakunya dari luar negeri.


Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

1 hari lalu

Poin Pertemuan Ma'ruf Amin - Fumio Kishida: Investasi USD 5,2 Miliar hingga Ekspor Tuna

Ma'ruf Amin melaporkan sejumlah poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan PM Jepang Fumio Kishida di Istana Akasaka, Senin, 26 September 2022.


Ancaman Resesi Global 2023, Ekonom: Perekonomian Indonesia Masih Cukup Sehat

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Ekonom: Perekonomian Indonesia Masih Cukup Sehat

Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia berpotensi menimbulkan resesi global.


Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

1 hari lalu

Staf Honorer DPRD Kabupaten Buol Kaget Rekeningnya Masuk Rp14 Triliun, PPATK: Itu Salah Cetak

van Yustiavandana menjelaskan soal aliran dana misterius Rp14 triliun yang masuk ke rekening seorang staf honorer Sekretariat DPRD Kabupaten Buol


Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

5 hari lalu

Kadin Minta Hilirisasi Timah Dilakukan Secara Bertahap

Presiden Jokowi berencana menghentikan ekspor timah untuk mengembangkan industri hilir timah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.