Digandeng Garuda, Kinerja Sriwijaya Diklaim Meningkat 30 Persen

Maskapai di Indonesia yang juga menggunakan pesawat Boeing 737 Max 8 yakni Sriwijaya Air. Di seluruh dunia dilaporkan terdapat 350 unit Boeing 737 MAX 8. Saat ini, selain negara juga ada maskapai yang memutuskan untuk melarang pesawat tersebut terbang. Dok.TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Persero Tbk. mencatatkan peningkatan performa bisnis Sriwijaya Air pada kuartal I/2019. Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia Mohammad Iqbal mengklaim, performa bisnis anak usahanya itu melompat 30 persen lebih baik dari kinerja 2018 dibanding sebelum digandeng Garuda.

Baca: Ditanya Komponen Harga Tiket Pesawat, Garuda: Tanyakan Bu Dirjen

“Okupansinya (tingkat keterisian penumpang) juga bertambah, tapi enggak sampai segitu (30 persen),” ujar Iqbal kala ditemui Tempo di kantornya, kompleks Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 22 Juni 2019.

Peningkatan kinerja bisnis Sriwijaya meroket setelah manajemen perusahaan diambil alih Garuda Indonesia melalui sistem kerja sama KSO atau joint venture. Kerja sama itu terjalin mulai November 2018.

Saat itu, Garuda Indonesia berniat membantu Sriwijaya Air group memperbaiki kinerja operasi dan kinerja keuangan. KSO juga ditujukan untuk membantu Sriwijaya Air memenuhi komitmen–komitmen atau kewajiban mereka terhadap pihak ketiga, termasuk kepada Garuda Indonesia.

Sejak kerja sama, manajemen Garuda Indonesia meningkatkan layanan Sriwijaya Air sesuai dengan standar maskapai pelat merah itu. Baik fasilitas penumpang di dalam kabin pesawat, maupun di lingkungan kebandaraan. Setelah layanan ditingkatkan, Iqbal mengklaim pelanggan Sriwijaya makin loyal.

Menurut Iqbal, Sriwijaya Air sebagai maskapai kelas middle service memiliki market khusus dengan pelanggan kelas medium. “Sriwijaya selama ini punya loyal customer. Malah lebih loyal orang ke Sriwijaya ketimbang Citilink,” ucap Iqbal. 

Adapun pesaing Sriwijaya Air di dunia penerbangan bukan maskapai induknya, Garuda Indonesia, melainkan Batik Air. Batik Air adalah maskapai premium atau middle class milik Lion Air Group.

Peningkatan kinerja bisnis Sriwijaya Air tak hanya ditandai dengan menguatnya loyalitas pelanggan, melainkan juga ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP). Pada masa angkut Lebaran 2019, Sriwijaya Air Group mencatat OTP maskapai sebesar 83-85 persen. OTP itu tergolong naik 15-20 persen dibandingkan catatan ketepatan waktu selama masa angkutan Lebaran 2018. 

Baca: Menhub Tunggu Arahan Jokowi Soal Maskapai Asing Masuk Indonesia

Direktur Utama Sriwijaya Air Group Joseph A. Saul mengatakan pihaknya telah melakukan perubahan pada sistem dan budaya kerja sejak awal 2019. Sriwijaya, kata Joseph, tidak hanya memperhatikan OTP, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan dengan memperkuat kerja sama dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. sebagai penyedia sarana perawatan pesawat.

 FRANCISCA CHRISTY ROSANA | BISNIS






Kembali Terbang, TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Bali dengan Tiket Rp 800 Ribu

12 jam lalu

Kembali Terbang, TransNusa Buka Penerbangan Jakarta-Bali dengan Tiket Rp 800 Ribu

TransNusa kembali membuka penjualan tiket penerbangan rute dometik terbaru Jakarta - Bali dan Jakarta Yogyakarta, mulai Rabu, 28 September 2022.


Qatar Airways Raih Penghargaan Maskapai Terbaik Versi Skytrax 2022

1 hari lalu

Qatar Airways Raih Penghargaan Maskapai Terbaik Versi Skytrax 2022

Skytrax mengadakan penghargaan tahunan untuk maskapai dengan mempertimbangkan lebih dari 14 juta survei pelanggan


Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

1 hari lalu

Garuda Indonesia Angkut 61 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Pakistan

Penerbangan khusus Garuda Indonesia ini diberangkatkan bertahap dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bandara Internasional Jinnah.


Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

2 hari lalu

Garuda Ajukan Prosedur Pailit Chapter 15 ke Pengadilan Amerika

Chapter 15 merupakan mekanisme atas pengakuan (recognition) putusan homologasi dalam tahapan PKPU yang dilalui Garuda di negara lain.


DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

2 hari lalu

DPR Setujui PMN untuk Garuda Rp 7,5 Triliun Setelah Ada Putusan Kasasi

DPR RI juga mendukung restrukturisasi dan privatisasi Garuda Indonesia pada 2022 dan menyetujui kepemilikan saham pemerintah menjadi 55 persen.


Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

3 hari lalu

Bandara Kertajati Layani Penerbangan Umrah pada November, Begini Persiapan AP II

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan kembali melayani penerbangan umrah pada November 2022 mendatang. Bagaimana persiapannya?


Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur Jadi 3 Kali Seminggu

5 hari lalu

Garuda Tambah Penerbangan ke Kuala Lumpur Jadi 3 Kali Seminggu

Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan Jakarta Kuala Lumpur PP dari dua kali menjadi tiga kali sepekan mulai 27 September 2022,


Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

6 hari lalu

Garuda Right Issue November, Dirut: Tidak untuk Bayar Utang

Penambahan modal untuk PT Garuda Indonesia masih berlangsung. Pemerintah memberikan dana sebesar Rp 7,5 triliun.


Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

6 hari lalu

Anak Buah Sri Mulyani Prediksi Garuda Bisa Cetak Laba Mulai 2022

Pada akhir 2021, Garuda tercatat membukukan kerugian yang diatribusikan ke entitas induk senilai US$ 4,16 miliar atau setara dengan Rp 62 triliun.


Maskapai Asing Mulai Buka Penerbangan Langsung ke Destinasi Wisata Selain Bali

8 hari lalu

Maskapai Asing Mulai Buka Penerbangan Langsung ke Destinasi Wisata Selain Bali

Bertambahnya penerbangan langsung dari luar negeri ke Indonesia akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke nusantara.