Tol Trans Jawa Dongkrak Okupansi Hotel di Solo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo km 437, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    Kendaraan yang didominasi pemudik melintas di Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Solo km 437, Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Juni 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Solo - Sejumlah ruas tol yang baru dibangun -- termasuk di antaranya adalah Tol Trans Jawa -- dinilai sejumlah pengusaha hotel berdampak positif terhadap tingkat keterisian (okupansi) kamar pada tahun ini. Mereka menyebut jumlah tamu menjelang akhir semester pertama tahun ini cukup menggembirakan.

    Baca: Evaluasi Mudik 2019, Segera Dibangun Kantong Parkir di Jalan Tol

    Juru bicara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Sistho A Sreshtho mengatakan okupansi hotel terlihat cukup bagus sejak awal tahun. "Padahal awal tahun biasanya dikenal sebagai low season," katanya, Senin 24 Juni 2019.

    Hingga menjelang semester awal tahun ini, rata-rata tingkat keterisian hotel di Solo mampu mencapai 60 persen. Sedangkan pada tahun lalu, tingkat keterisian kamar hotel di sepanjang tahun rata-rata hanya 59 persen.

    Sistho yakin tingginya tingkat okupansi itu didorong oleh tersedianya fasilitas infrastruktur berupa jalan tol, salah satunya Tol Trans Jawa. Hal itu terlihat dari banyaknya tamu yang datang dengan kendaraan pribadi. "Tidak terpengaruh harga tiket pesawat yang cukup tinggi," katanya.

    Ramainya bisnis hotel juga terdongkrak dari momen lebaran lalu. Menurut Sistho, hampir semua hotel kehabisan kamar saat lebaran kemarin. "Paling ramai selama empat tahun terakhir," kata Sistho.

    Sistho juga yakin tingkat okupansi hotel di Solo pada semester kedua tahun ini akan semakin bagus. Sebab, dalam bisnis perhotelan, tingkat okupansi di semester kedua memang selalu lebih ramai. Selain belanja pemerintah yang meningkat, terdapat banyak momen liburan, termasuk saat Natal dan Tahun Baru.

    Saat ini, pihaknya juga berencana untuk semakin menggencarkan promosi wisata ke Jawa Timur, khususnya di sekitar Surabaya. "Saat ini perjalanan Solo-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam melalui jalan tol," kata Sistho. Dia berharap Jawa Timur bisa menjadi pasar baru bagi bisnis perhotelan di Kota Solo.

    Baca: Waskita Karya: Arus Mudik 2019 Lancar karena Tol Trans Jawa

    Terpisah, Public Relation Manager Sahid Jaya Hotel Solo Septiarona Sylviarineta juga mengakui tingginya okupansi yang terjadi sejak awal tahun kemarin. Bahkan, okupansi di hotelnya mencapai 100 persen pada lebaran kemarin. "Masih tetap ramai hingga saat ini," katanya.

    Simak berita lainnya terkait Tol Trans Jawa di Tempo. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.