Kuartal I 2019, AirAsia Indonesia Rugi Rp 79,3 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan saat Pembukaan AirAsia Travel Fair di Kota Kasablanka Jakarta, Kamis 9 Februari 2017. Tempo/Tongam sinambela

    CEO Grup AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan saat Pembukaan AirAsia Travel Fair di Kota Kasablanka Jakarta, Kamis 9 Februari 2017. Tempo/Tongam sinambela

    TEMPO.CO, Jakarta - Total pendapatan PT AirAsia Indonesia Tbk. atau yang berkode saham CMPP hingga kuartal I 2019 mencapai Rp 1,3 triliun. Meski nilai pendapatan menanjak pada kuartal pertama 2019, perusahaan masih mencatatkan kerugian. Dalam paparan publik yang disampaikan, perusahaan masih mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 79,3 miliar.

    Baca juga: AirAsia Tambah 5 Pesawat Airbus A320-200 Hingga Akhir Tahun

    "Meski rugi namun dari sisi EBITDA kami sudah mengalami perbaikan dibandingkan 2018 yang mencapai Rp 273 miliar, atau naik 71 persen," kata Direktur Utama Air Asia Indonesia Dendy Kurniawan dalam Public Expose Rapat Umum Pemegang Saham AirAsia Indonesia di Hotel GranDhika, Jakarta Selatan, Senin 24 Juni 2019.

    Menurut Dendy, total pendapatan perseroan naik sebesar 58 persen jika dibandingkan pada periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp 843 miliar. Namun, meski kerugian sudah berkurang, cost atau biaya beban perusahaan masih bertambah. Perusahaan mencatat, biaya beban naik 26 persen dari Rp 1,1 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.

    Dendy juga mengklaim, pada kuartal I 2019, harga rata-rata tarif tiket pesawat perusahaan juga terus menunjukkan efisiensi. Buktinya, kata dia, average fare atau rata-rata biaya tarif tiket turun 3 persen menjadi Rp 563 ribu dari sebelumnya Rp 580 ribu.

    "Kami bisa buktikan komitmen kami selalu ada untuk masyarakat memberikan harga terjangkau masyarakat, average fare kami turunkan," kata Dendy.

    BACA: Promo AirAsia, Tiket Pesawat Dilego Mulai Rp 41.200

    Lebih lanjut, Dendy menjelaskan, saat ini kondisi tingkat keterisian kursi atau load factor AirAsia juga meningkat menjadi 87 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, yang sebesar 80 persen. Adapun, on time performance maskapai ini juga meningkat menjadi 83 persen pada kuartal I 2019, dari sebelumnya 81 persen pada 2016.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?