IHSG Ditutup Melemah di Level 6.288,46

Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup melemah pada hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,43 persen atau 26,97 poin di level 6.288,46 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (21/6), IHSG turun 0,32 persen atau 20,26 poin dan berakhir di posisi 6.315,44.

Baca: IHSG Melemah, Investor Asing Masih Bukukan Net Buy Rp 366,54 M

Sebelum kembali berakhir melemah, IHSG  sempat bergerak fluktuatif antara zona positif dan negatif setelah dibuka turun 0,12 persen atau 7,51 poin di level 6.307,93 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.280,22 – 6.320,53.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah negatif, dipimpin industri dasar (-1,04 persen) dan aneka industri (-0,88 persen). Adapun sektor pertanian dan tambang masing-masing naik 2,21 persen dan 0,14 persen. Dari 636 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 184 saham menguat, 212 saham melemah, dan 240 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 1,15 persen dan 1,49 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG di akhir perdagangan.

Menurut tim riset Kresna Sekuritas, sentimen domestik datang dari pengumuman kinerja ekspor impor dan neraca perdagangan Mei 2019 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. Setelah mengalami desifit, neraca perdagangan Mei 2019 mulai bangkit dan mencatatkan surplus mencapai US$ 210 juta.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan nilai ekspor per Mei 2019 mencapai US$ 14,74 miliar atau meningkat 12,42 persen dibandingkan dengan ekspor April 2019. Namun demikian, dibandingkan dengan Mei 2018, menurun 8,99 persen.

“Ekspor nonmigas Mei 2019 mencapai US$13,63 miliar, naik 10,16 persen dibanding April 2019. Sementara dibanding ekspor nonmigas Mei 2018, turun 6,44 persen," kata Suhariyanto,

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2019 mencapai US$ 68,46 miliar atau menurun 8,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 63,12 miliar atau menurun 7,33 persen.

Indeks saham lainnya di Asia cenderung bergerak naik tipis, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing naik 0,12 persen dan 0,13 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan yang berakhir naik 0,03 persen. Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,21 persen dan 0,19 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir naik 0,14 persen.

]Para investor saat ini tengah mencermati ketegangan perdagangan yang masih berlangsung antara AS dan China menjelang pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni 2019.

Baca: IHSG Diprediksi Terkoreksi Hari Ini, Didorong Potensi Defisit Neraca Dagang

“G20 berubah menjadi permainan berisiko tinggi. Jika pembicaraan antara Trump dan Xi gagal dan memicu kenaikan tarif, kemungkinan resesi global meningkat secara eksponensial,” ujar Stephen Innes, managing partner di Vanguard Markets, seperti dikutip dari Reuters.

BISNIS






Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

12 jam lalu

Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

Salah satu pedagang beras di pasar induk Cipinang menyatakan mayoritas beras yang beredar di Batam adalah selundupan impor dari Vietnam.


BPS Catat Kunjungan Turis hingga Agustus 2022 Naik 2.000 Persen Lebih

14 jam lalu

BPS Catat Kunjungan Turis hingga Agustus 2022 Naik 2.000 Persen Lebih

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui pintu masuk utama mencapai 1,73 juta orang.


BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

14 jam lalu

BPS Sebut Kenaikan Harga Bensin Sebabkan Inflasi Tahunan 5,95 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyebutkan bahwa bensin menjadi pemicu inflasi hingga mencapai 5,95 persen.


Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

16 jam lalu

Harga BBM, Beras dan Angkot Jadi Penyebab Utama Inflasi September 1,17 Persen

Komoditas utama penyumbang inflasi September adalah harga BBM, beras dan angkutan dalam kota.


BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

16 jam lalu

BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

BPS mengumumkan tingkat inflasi pada bulan September 2022 sebesar 1,17 persen. Dengan begitu, inflasi tahunan kini mencapai 5,95 persen.


Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

17 jam lalu

Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

Kinerja instrumen investasi saham diperkirakan para pakar bakal lebih baik dibandingkan pasar obligasi pada sisa kuartal IV/2022.


IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

19 jam lalu

IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan kenaikan IHSG di atas 7.100 akan mengakhiri channel turun dalam 3 minggu terakhir.


Bagaimana Cara Mengukur Angka Kemiskinan? Begini Menurut BPS

1 hari lalu

Bagaimana Cara Mengukur Angka Kemiskinan? Begini Menurut BPS

Ada tiga cara yang dapat anda amati dalam menganalisis angka kemiskinan di Indonesia. Yakni dari tingkat kemiskinan, kedalaman kemiskinan, dan keparahan kemiskinan.


Geely Beli Saham Aston Martin yang Lagi Merugi

1 hari lalu

Geely Beli Saham Aston Martin yang Lagi Merugi

Geely sudah lama tertarik dengan Aston Martin. Akuisisi ini mengakhiri beberapa tahun upaya membeli saham perusahaan Inggris itu.


Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

2 hari lalu

Profil Handojo Santosa, Direktur Utama Japfa yang Dimakamkan Hari Ini 1 Oktober 2022

Direktur Utama Japfa Handojo Santosa meninggal, dan hari ini dimakamkan di Sentosa Memorial Garden. Ini profil bos Japfa.