Neraca Perdagangan Mei Surplus, Tapi Belum Ideal

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, 26 April 2017. Surplus neraca perdagangan Maret 2017 tercatat sebesar 1,23 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pekerja mengamati bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, 26 April 2017. Surplus neraca perdagangan Maret 2017 tercatat sebesar 1,23 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus Februari 2017. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menganggap nilai surplus neraca perdagangan yang terjadi pada bulan Mei 2019 belum ideal. Sebab, jika melihat struktur neraca perdagangan pada bulan tersebut, kinerja ekspor year-on-year tercatat mengalami penurunan.

    Baca juga: Ekspor Impor Melemah, BI: Ekonomi Kuartal II Cenderung Stagnan

    "Jadi ini memang surplus, tetapi tidak dalam posisi ideal," kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Senin 24 Juni 2019.

    Dengan kondisi tersebut, Suhariyanto menyebut ada banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi untuk mendorong kinerja neraca perdagangan. Ia mengakui, meningkatkan kinerja ekspor memang diperlukan, tetapi hal itu bukan pekerjaan mudah apalagi dengan kondisi perekonomian global saat ini yang menunjukan adanya pelambatan.

    Di samping itu, upaya mendorong diversifikasi produk juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit. "Seperti yang saya bilang tahun 2019 memang luar biasa besarnya, orang-orang bilang jangan nyalahin eksternal saja, lho kita enggak menyalahkan eksternal, tapi kita perlu memperhatikan kan," kata Suhariyanto.

    Sebelumnya, BPS merilis kinerja neraca perdagangan pada Mei 2019 tercatat surplus US$210 juta. Saat ini, nilai ekspor migas mampu menembus angka US$ 1,63 miliar dan non migas US$ 14,57 miliar. Meskipun demikian secara kumulatif, neraca perdagangan Januari - Mei defisit senilai US$2,14 miliar. 

    Baca juga: Non Migas Positif, Neraca Perdagangan Mei 2019 Surplus USD 0,21 M

    "Bisa dilihat bahwa peningkatan ekspor dari posisi April ke Mei itu terjadi karena peningkatan ekspor baik migas, maupun adanya peningkatan ekspor non migas," kata Suhariyanto.

    BPS mencatat nilai ekspor migas pada Mei 2019 naik 50,19 persen menjadi US$ 1,11 miliar jika dibandingkan April yang mencapai US$ 0,74 miliar. Adapun nilai ekspor non migas tumbuh 10,16 persen menjadi US$ 13,63 miliar dari sebelumnya US$ 12,37 miliar.

    BISNIS | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.