Tekan Biaya Ekspor, Pemerintah Bangun Pelabuhan Patimban Subang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kiri) dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki (kedua kanan) menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. Presiden meminta masukan dari Apindo terkait pemerintahan ke depan, salah satunya tentang upaya peningkatan nilai ekspor. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kiri) dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki (kedua kanan) menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis 13 Juni 2019. Presiden meminta masukan dari Apindo terkait pemerintahan ke depan, salah satunya tentang upaya peningkatan nilai ekspor. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat ditargetkan rampung pada tahun 2020. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo mengatakan tujuan pembangunan Pelabuhan Patimban  untuk mengurangi biaya logistik, dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan serta memperkuat ketahanan ekonomi.

    Baca: Minta Impor Disetop, Jokowi: Saya Gak Main-main

    Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban dapat mengefisienkan biaya ekspor produk Indonesia ke luar negeri salah satunya produk otomotif. Pelabuhan ini juga diharapkan mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi Migas.

    Pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani 3,5 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU). Lalu tahap kedua, kapasitas pelayanan akan ditingkatkan menjadi 5,5 Juta TEUS. Terakhir pada tahap ketiga, kapasitas akan dimaksimalkan hingga 7.5 Juta Teus.

    Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan peti kemas dan kendaraan bermotor yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar. "Nantinya Pelabuhan Patimban juga akan didukung area sarana penunjang (Backup Area) untuk mendukung efisiensi logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban seluas 356 Ha," ucap Agus melalui pernyataan tertulis diterima Tempo, Ahad,  23 Juni 2019. 

    Saat ini progres pembangunan sudah mencapai  29 persen. Sedangkan untuk car terminal yang akan beroperasi pertengahan tahun depan sudah mencapai 35 persen.

    Baca: Jokowi Jengkel Perizinan Ruwet, Sri Mulyani Merespons Begini

    Di samping pengerjaan oleh Kementerian Perhubungan, telah berlangsung pula pekerjaan pembuatan akses jalan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dengan demikian, proses pembangunan pelabuhan pun diharapkan dapat berjalan sesuai tenggat waktu.

    EKO WAHYUDI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.